Selasa, 15 November 2022
Minggu, 13 November 2022
Jumat, 06 Oktober 2017
Prosedur Penerjemahan dan Contohnya
Translation Procedures that Newmark (1988b) proposes:
Prosedur penerjemahan yang dikemukakan oleh
Newmark (1998b) :
· Transference: it
is the process of transferring an SL word to a TL text. It includes
transliteration and is the same as what Harvey (2000:5) named
"transcription".
Transference :
proses transfer dari bahasa asli ke bahasa sasaran. Termasuk transliteration
seperti yang dinamakan Harvey sebagai “transcription”.
Contoh
: 1. Fudschijama (German) à Fujiyama (Indonesia)
2. Serious (Inggris) à Serius (Indonesia)
· Naturalization: it
adapts the SL word first to the normal pronunciation, then to the normal morphology
of the TL. (Newmark, 1988b:82)
Naturalization: Adaptasi
dari kata pertama bahasa sumber dengan pengucapan normal, kedalam morfologi
normal bahasa sasaran.
Contoh :
1. Estate (bahasa Inggris) à estat (bahasa
Indonesia)
2. Television (bahasa Inggris) à Televisi (
bahasa Indonesia)
· Cultural equivalent:
it means replacing a cultural word in the SL with a TL one. however, "they
are not accurate" (Newmark, 1988b:83)
Cultural equivalent: Penggantian kata kebudayaan dari bahasa sumber kedalam
bahasa sasaran. Meskipun, “kata tersebut tidak akurat”.
Contoh :
1. Pajamas party (menginap
bersama)
2. Bachelor party (pesta bersama sebelum pernikahan)
· Functional equivalent:
it requires the use of a culture-neutral word. (Newmark, 1988b:83)
Functional equivalent :
diperlukan penggunaan kata budaya yang netral.
Contoh
: 1. contractor’
translated into Persian is ‘Moghatekar’ (kontraktor diterjemahkan dalam bahasa
Persia sebagai Moghatekar.
2. ‘common-law wife’ (concubine) à selir
· Descriptive equivalent: in this procedure the meaning of the CBT is explained in several words. (Newmark, 1988b:83)
Descriptive equivalent:
dalam prosedur yang satu ini arti CBT dijelaskan dalam beberapa kata.
Contoh
: 1. Samurai à Japanese
aristocracy from the eleventh to the nineteenth century (aristokrasi Jepang dari abad kesebelas hingga abad
kesembilan belas)
2. White Monday à Holy Spirit (hari suci)
· Componential analysis:
it means "comparing an SL word with a TL word which has a similar meaning
but is not an obvious one-to-one equivalent, by demonstrating first their
common and then their differing sense components." (Newmark, 1988b:114)
Componential analysis:
artinya membandingkan kata dalam bahasa sumber dengan kata dalam bahasa sasaran
yang memiliki kata yang hampir sama namun tidak secara detail sama, dengan
mendemonstrasikan komponen pertama secara umum kemudian perbedaannya.
Contoh
: 1. Clean air = fresh
air which you can breath in. (udara bersih)
2. Sweet talk = nice words in talking. (Kata-kata manis)
· Synonymy: it is a
"near TL equivalent." Here economy trumps accuracy. (Newmark,
1988b:84)
· Synonymy: hampir
mendekati dengan kesamaan bahasa sasaran.
Contoh
: 1. Personne
gentile → kind person (orang baik)
2. Conte piquant → racy story (cerita cabul)
· Through-translation:
it is the literal translation of common collocations, names of organizations
and components of compounds. It can also be called: calque or loan translation.
(Newmark, 1988b:84)
Through-translation:
terjemahan secara harfiah dari padanan kata secara umum, seperti nama-nama dari
organisasi dan komponen-komponen senyawa kimia. Dapat juga disebut:
penerjemahan calque atau loan.
Contoh
: 1. European
Cultural Convention à Convention culturelle européenne.
2. Study group à group d'étude.
· Shifts or transpositions: it involves a change in the grammar from SL to TL, for
instance, (i) change from singular to plural, (ii) the change required when a
specific SL structure does not exist in the TL, (iii) change of an SL verb to a
TL word, change of an SL noun group to a TL noun and so forth. (Newmark,
1988b:86)
Shifts atau transpositions: melibatkan perubahan grammar dari bahasa sumber kedalam
bahasa sasaran, misalnya, (i) perubahan dari bentuk tunggal ke bentuk jamak,
(ii) perubahan itu diperlukan ketika suatu struktur dari bahasa sumber secara
spesifik tidak terdapat dalam bahasa sasaran, (iii) perubahan kosa kata dari
bahasa sumber kedalam bahasa sasaran, perubahan kelompok kata benda dari bahasa
sumber kedalam bahasa sasaran dan seterusnya.
Contoh
: 1. There’s a
reason for life → Hay una razón para vivir (Ada alasan untuk
menjalani hidup)
2. It’s
getting dark → comienza a oscurecer (Sudah menjelang malam)
· Modulation: it
occurs when the translator reproduces the message of the original text in the
TL text in conformity with the current norms of the TL, since the SL and the TL
may appear dissimilar in terms of perspective. (Newmark, 1988b:88)
Modulation:
terjadi ketika penerjemah meniru pesan yang terdapat di teks asli dalam teks
bahasa sasaran dengan penyesesuaian norma dari bahasa sasaran, karena bahasa
sumber dan bahasa sasaran mungkin menunjukkan ketidaksamaan dalam hal
perspektif.
Contoh
: 1. Il n’a pas
hésité → He acted at once (Dia bertindak sekaligus)
2. shallow → poco
profondo (Kedangkalan)
· Recognized translation:
it occurs when the translator "normally uses the official or the generally
accepted translation of any institutional term." (Newmark, 1988b:89)
Recognized translation:
terjadi ketika penerjemah secara normal menggunakan istilah umum dalam
menerjemahkan istilah institusional yang dapat diterima.
Contoh
: 1. Farley acts
as cavalier à Farley acts as knight. (Ksatria)
2. Rechtsstaat → constitutional state (Konstitusi
negara)
· Compensation: it
occurs when loss of meaning in one part of a sentence is compensated in another
part. (Newmark, 1988b:90)
Compensation:
terjadi ketika pengurangan makna dalam satu bagian kalimat dan digantikan pada
bagian yang lain.
Contoh
: 1. A piece of ...
(sedikit ...)
2. The cow are grazing ... (sapi itu merumput ...)
· Paraphrase: in
this procedure the meaning of the CBT is explained. Here the explanation is
much more detailed than that of descriptive equivalent. (Newmark,
1988b:91)
Paraphrase: dalam
prosedur ini makna CBT dijelaskan. Disini penjelasan lebih detail daripada
dalam persamn deskriptif.
Contoh :
1. Numerophobia, fear of numbers is an irrational fear
because we deal with numbers every day of our lives, from telling the time,
measuring stuff, credit cards, money among other things. (ketakutan terhadap
angka merupakan hal yang irasional karena setiap hari kita harus berurusan
dengan angka dalam kehidupan sehari-hari, dari memberitahukan waktu, menghitung
barang-barang, kartu kredit, uang diantara hal-hal lainnya).
2. Ablutophobia, or fear of bathing, is a relative
uncommon but serious phobia. It appears to be more prevalent in women and children.
(takut untuk mandi adalah hal yang relatif tidak biasa namun merupakan phobia
yang serius. Hal ini muncul secara lebih lazim pada wanita dan anak-anak).
· Couplets: it
occurs when the translator combines two different procedures. (Newmark, 1988b:91)
· Couplets: dipakai ketika penerjemah menggabungkan dua
teknik penerjemahan yang berbeda
contoh
: 1. Hookah
(Borrowing + Transcription) India’ smoke
Hookah à Rokok hisap khas India
2. Carburator (Borrowing + Calque)
Karburator à komponen mesin
· Notes: notes are
additional information in a translation. (Newmark, 1988b:91)
· Notes : notes merupakan informasi tambahan dalam
penerjemahan
Contoh
: 1. Debrecen à the
city of Debrecen, in West Hungary
Debrecen à kota Debrecen, di
Hongaria Barat
2. Crumphet à England’s traditional cake
Sumber http://kitapembelajar.blogspot.co.id/2016/04/prosedur-penerjemahan-dan-contohnya.html
Kamis, 28 Mei 2015
Berikan satu alasan mengapa aku harus memaafkan orang yang
telah menghianatiku. Sejak kamu pergi meninggalkanku,aku berhasil menemukan kunci yang kuat untuk menutup pintu hati dari buaian manusia penghianat di dunia ini. Aku sangat berterimakasih kepada selingkuhanmu, karena dia telah menyelamatkan hidupku dari seorang penghianat sepertimu. Aku tidak melarang mu untuk memilihnya, aku juga tidak pernah berniat menjadi pilihan atas cintamu. Aku hanya mengingatkan bahwa penghianatan itu akan selalu berujung penyesalan yang amat perih. Aku menangis bukan karena kamu meninggalkanku, tapi aku menangis karena aku tidak akan pernah bisa menolongmu dari karma yang akan segera menimpamu. Dia datang diantara kita, bersiaplah jika seseorang yang lain datang lebih awal diantara kalian.
telah menghianatiku. Sejak kamu pergi meninggalkanku,aku berhasil menemukan kunci yang kuat untuk menutup pintu hati dari buaian manusia penghianat di dunia ini. Aku sangat berterimakasih kepada selingkuhanmu, karena dia telah menyelamatkan hidupku dari seorang penghianat sepertimu. Aku tidak melarang mu untuk memilihnya, aku juga tidak pernah berniat menjadi pilihan atas cintamu. Aku hanya mengingatkan bahwa penghianatan itu akan selalu berujung penyesalan yang amat perih. Aku menangis bukan karena kamu meninggalkanku, tapi aku menangis karena aku tidak akan pernah bisa menolongmu dari karma yang akan segera menimpamu. Dia datang diantara kita, bersiaplah jika seseorang yang lain datang lebih awal diantara kalian.
Selasa, 17 Juni 2014
Grammar dalam bahasa inggris dapat diartikan tata bahasa atau sistem bahasa. English Grammar memiliki tingkatan yaitu basic, intermediate dan advanced. Download Materi Grammar klik Disini.
Minggu, 29 September 2013
MAKING GOOD FRIENDS
Making good friends is very important in our life. Everyone needs friends, because good friends can help us if we are in trouble. They will visit us if we are sick and their visit can make us pleased.
Nevertheless friends sometimes can influence us to do something wrong or to commit crime, that’s why, be careful to choose good friends.
Anyhow, we should have positive thinking and good intent to make friends, because commonly, if we are good, our friend will be good to us.
The most important thing, to make close friend.
The most important thing, to make close friend.
- We should pay attention to them.
- We should help them, if they are in trouble.
- We should advise each other.
- We should cooperate to do something better.
- We should have mutual understanding.
Jumat, 19 Oktober 2012
MY DAILY ACTIVITIES
All right my dear teacher and classmates, good afternoon, I am sitting in front of you all is to tell you about my daily activities. Well, I start from getting up until going to bed.
I get up at 5.30 P.M. and then I go to the bathroom and take ablution and then I perform dawn prayer about fifteen minutes and I continue reading Qur’an about ten minutes I review my lesson about thirty minutes, after that I have breakfast with my friends / family. I leave home at 6.30 and then I arrive at school at 7.00 o’clock.
After studying at school for about 8 hours, I go home at 2 o’clock by mini bus. I arrive home at 2.30 and I take rest about 15 minutes and take ablution for midday prayer. After that I have lunch and take a nap about 30 minutes, and continue to review my lesson and then I go to English Course.
I usually come back home from English Course at 5.30 and then perform afternoon prayer, after that I take a bath, and sometimes, I go to the Mosque to perform sunset prayer together with my friends. After that I have dinner, do my homework, and go to bed at 10 o’clock. I think that’s all I can tell you about my daily activities.
Selasa, 27 Maret 2012
iphone

The iPhone (play /ˈaɪfoʊn/ EYE-fohn) is a line of smartphones designed and marketed by Apple Inc. The first iPhone was unveiled by Steve Jobs, then CEO of Apple, on January 9, 2007,[1] and released on June 29, 2007. The 5th generation iPhone, the iPhone 4S, was announced on October 4, 2011, and released 10 days later.
An iPhone can function as a video camera (video recording was not a standard feature until the iPhone 3GS was released), a camera phone, a portable media player, and an Internet client with email and web browsing capabilities, can send texts and receive visual voicemail, and has both Wi-Fi and 3G connectivity. The user interface is built around the device's multi-touch screen, including a virtual keyboard rather than a physical one.
Third-party as well as Apple application software is available from the App Store, which launched in mid-2008 and now has over 500,000[2] "apps" approved by Apple. These apps have diverse functions, including games, reference, GPS navigation, social networking, security, and advertising for television shows, films, and celebrities.
There are five generations of iPhone models, each accompanied by one of the five major releases of iOS (formerly iPhone OS). The original iPhone was a GSM phone, and established design precedents, such as screen size and button placement, that have persisted through all models. The iPhone 3G added 3G cellular network capabilities and A-GPS location. The iPhone 3GS added a compass, faster processor, and higher resolution camera, including video recording at 480p.
The iPhone 4 has a rear-facing camera (720p video) and a front facing camera (at a lower resolution) for FaceTime video calling and for use in other apps like Skype. The iPhone 4 featured a higher-resolution 960x640 display; it was released on June 24, 2010. In the U.S., AT&T was the only authorized carrier until February 10, 2011, when a CDMA version of the iPhone 4 launched for Verizon. On October 4, 2011, Apple announced the iPhone 4S.[3]
The iPhone 4S added a higher resolution camera (8 megapixel) with 1080p video recording, face detection, and video stabilization, a faster, dual core processor, support for both GSM/UMTS and CDMA on one chip, GLONASS support and a natural language voice control system called Siri.[4] It is available in 16 GB and 32 GB, as well as a new 64 GB capacity. In the United States, it was announced that two new carriers, Sprint and C Spire, would begin carrying the iPhone 4 and iPhone 4S in October and November 2011, respectively.[5]
Sabtu, 17 Maret 2012
Rasulullah sangat mencintai Ummatnya
Adalah kisah dimana saat Rasulullah menghadapi sakaratul maut.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taati dan bertakwalah kepada-Nya, ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku, barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk
syurga bersama-sama aku"
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya, Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"
keluh hati para sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia, tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Waktu itu pintu rumah Rasulullah masih tertutup, sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam.
"Bolehkah saya masuk?"
tanyanya, tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam,"
kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"
"Aku tidak tahu ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya"
tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan, seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia, dialah malaikatul maut,"
kata Rasulullah.
Dan Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya, kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"
kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?"
Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku,
"Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"
kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas, perlahan ruh Rasulullah ditarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,"
kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat sekali rasanya maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan, fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii?"
"Umatku, umatku, umatku"
Dan berakhirlah hidup manusia paling mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? berbahagialah kita menjadi umat Rosullulah.
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taati dan bertakwalah kepada-Nya, ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku, barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk
syurga bersama-sama aku"
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya, Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"
keluh hati para sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia, tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Waktu itu pintu rumah Rasulullah masih tertutup, sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam.
"Bolehkah saya masuk?"
tanyanya, tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku sedang demam,"
kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
"Siapakah itu wahai anakku?"
"Aku tidak tahu ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya"
tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan, seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia, dialah malaikatul maut,"
kata Rasulullah.
Dan Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya, kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"
kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?"
Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku,
"Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"
kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas, perlahan ruh Rasulullah ditarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,"
kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat sekali rasanya maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan, fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii, ummatii, ummatiii?"
"Umatku, umatku, umatku"
Dan berakhirlah hidup manusia paling mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? berbahagialah kita menjadi umat Rosullulah.
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi.
Rabu, 29 Februari 2012
Fakta dan Pertanyaan Yang Bikin Kita Terdiam 1000 Bahasa


A.Taukah kamu doa dari ibu adalah yang utama untuk mendapatkan cita-cita ??!!
B. Amarah seorang ayah tak pelak hanya untuk kebaikan kita.
C. Kapan terakhir kali ibu memandikanmu?
D. Kapan terakhir kali ayah mengajarkanmu naik sepeda?
E. Dalam doa ibu, namamu tak pernah terlewatkan.
F. Kesedihan orang tua jarang kita perhatikan, tapi kesedihan kita pasti slalu beliau perhatikan.
G. Waktu kamu tidak d rumah, senang yang ada di hati kamu, tapi apa kamu tau d benak ibu menanyakan sedang apa dirimu?
H. Saat kita mau pergi beraktifitas kita sering lupa mengucap salam kepada ibu kita. tapi apa kita tau izin salam dari ibu adalah sejuta berkah yg memberi keselamatan buat kita ?
I.saat kita kecewa ibu slalu ada buat menghibur..tapi saat ibu kecewa apa kita ada buat beliau????
J. saat kamu menikah ayah terlihat tidak menangis..tapi apa kamu tahu d dalam hatinya slalu brtanya sudah cukupkah beliau memberimu yg terbaik..
K. Berapa peluh yg keluar saat ayah berkerja cuma karna ingin kamu berprestasi ???
L. Kapan terakhir kali ibu mencium keningmu ????
M. Ibu bsa merasakan saat kamu sakit..apa kamu bsa merasakan saat beliau sakit ????
O. Betapa bahagianya ayah dan ibu saat kita berhasil tapi apa dalam benak kita terfikir untuk membalas kebaikannya???
P. Ibu memberi perhatian 1 hari tapi kamu bilang bawel.. Kamu memberi perhatian 1 detik kepada beliau..yg d rasakan adalah sejuta kbahagiaan..
Q. Saat kita memberi..sejuta kalimat bahagia yg terucap dari ibu kita?
R. Kita hanya tahu surga d telapak kaki ibu..tapi apa kita pernah berusaha menggapainya????
R. Apa kamu pernah tau apa makna d balik snyuman ayah saat km membuat dia kcewa????
S. sudah berapa tetes air mata yg ibu keluarkan cuma karna kebodohan kita??
T. Apakah kamu mengetahui sakitnya ibu saat dia melahirkan kamu?
U. Apakah kamu pernah mendengar ibu minta imbalan kpdamu ?
V. Taukah kamu 1 sifat burukmu menjadi sejuta kesedihan bagi ayah dan ibu?
W. Apa kmu tau sudah brapa doa yg terucap dari ibu cuma untuk kamu?
Jawab nii Pertanyaan..!!!
1.selama hidup kamu sudah pasti merasakan senang..tapi apa kamu yakin kaum bakal senang d akhirat nanti ????
2.apa yg akan kmu ucapkan kepada ibumu jika kamu tahu kalo besok kamu akan meninggal ????
3.pernahkah kamu bisa mengenal lebih dalam ibumu ????
4.sudah berapa kali kamu mengucapka kata ‘AH..’ kepada ibumu ????
5.apa kamu sudah membuat orang tua mu bangga ????
6. Apa kamu puas dengan hidup kamu hari ini ?? Tp kmu tidak pernah tahu apa yg akan trjadi esok…
7. Sadarkah dosa apa saja yg telah kamu lakukan ????
8. Pernahkah kamu memikirkan sedikit saja perasaan ibu saat kita tak lagi bersamanya ????
9. untuk apa kamu diciptakan didunia kalo cuma membuat ibumu menangis ???
10. pernakah kamu meminta maaf saat kamu berbuat salah kepda ibumu??
Jumat, 24 Februari 2012
Sosok presiden termiskin di dunia yang patut kita teladani

Profil singkat Mahmoud Ahmadinejad
Nama : Mahmoud Ahmadinejad
Tempat / Tanggal lahir : Aradan, Iran / 28 Oktober 1956
Status : Menikah
Menjabat sebagai Presiden Iran ke : 6
Pendidikan : Gelar Doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)
Mahmoud Ahmadinejad terlahir dengan nama Mahmoud Sabourijan di daerah Garmsar, tepatnya desa Aradan 54 tahun silam. Ayahnya, Ahmad, adalah seorang pandai besi dan pengikut ajaran Syi’ah yang taat. Ibunya, Khanom, dikatakan memiliki hubungan darah dengan nabi Muhammad SAW.
Ahmadinejad merupakan seseorang yang tidak terkenal, bukan tokoh ulama, juga bukan tokoh politik di negara Iran. Ahmadinejad kecil tumbuh layaknya seorang remaja di usianya. Dikenal sebagai penggemar sepakbola dan jago bermain sepakbola. Dia juga pintar matematika. Selain itu Ahmadinejad terkenal memiliki suara yang bagus, seperti saat membaca Al-Quran maupun pidato.
Keluarga Ahmadinejad pindah ke Teheran, Iran pada saat dia berusia 1 tahun. Nama ‘Sabourijan’ diganti menjadi ‘Ahmadinejad’ oleh sang ayah untuk menghindari konflik di tempat tinggal barunya.
Pada tahun 1980, Ahmadinejad merupakan ketua perwakilan IUST (Iran University of Science and Technology) untuk perkumpulan mahasiswa se-Iran. Ahmadinejad juga terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya peristiwa ‘krisis sandera Iran’.
Pada masa perang saudara antara Iran dan Irak, Ahmadinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam, tepatnya pada tahun 1986. Ahmadinejad kemudian diangkat menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran.
Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997. Ini merupakan awal kiprah Ahmadinejad di dunia politik.
Pada bulan mei 2003, Ahmadinejad terpilih sebagai walikota Teheran. Selama menjabat sebagai walikota, Ahmadinejad menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat kebudayaan Teheran. Hal ini bertentangan dengan para walikota sebelum dirinya yang lebih modern dan reformis.
Saat kampanye, Ahmadinejad pernah bertengkar dengan Presiden Iran saat itu, Mohammad Khatami, yang membuat beliau mencabut hak Ahmadinejad untuk menghadiri pertemuan dewan menteri, hak yang biasanya diberikan pada walikota di Iran. Pertengkaran tersebut dipicu dari pernyataan Ahmadinejad di depan umum bahwa Presiden Khatami tidak pernah memperhatikan masalah sehari-hari warga Iran.
Pada tahun 2005, Ahmadinejad akhirnya terpilih menjadi Presiden keenam Iran setelah memenangkan 62 persen suara dalam Pemil. Mengalahkan rivalnya, Ahmad Hashemi Rafsanjani.
Tidak ada yang mengira Mahmoud Ahmadinejad dapat terpilih menjadi Presiden Iran, karena 6 kandidat presiden lainnya merupakan tokoh ulama atau tokoh politik yang memiliki sumber dana besar. Ahmadinejad terpilih karena rakyat menyukai gaya dan sifatnya yang sederhana.
Tak lama setelah terpilih, Ahmadinejad tersandung tuduhan bahwa dirinya terlibnat dalam peristiwa ‘krisis sandera Iran’ pada tahun 1979. Sebuah foto yang diklaim sebagai bukti memperlihatkan seorang pria mirip dirinya sedang berjalan menuntutn sandera. namun hal ini tak pernah dapat dibuktikan.
Ahmadinejad dikenal sebagai sosok konservatif yang sangat berpedoman pada nilai-nilai agama yang dianutnya. Pidato dan kata-katanya seringkali pedas dan kontroversial. Terutama jika menyangkut negara Amerika. Perkataan Ahmadinejad ini membuat dirinya tak disukai oleh kalangan politikus dunia Barat, terutama Amerika. Ahmadinejad juga dikenal sebagai tokoh anti-gay.
Saat menjabat Walikota Teheran, kemana-mana selalu menyetir sendiri, tetap tinggal di rumah susunnya, membersihkan lingkungannya sendiri, suka mengamati sendiri setiap sudut kota dan lain-lain.
Sifatnya yang sederhana ini masih terlihat saat Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan tetap setia menggunakan mobil tuanya serta tetap tinggal di rumah susunnya. Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai karena lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan setiap pendapatan minyak bumi agar jatuh ke meja makan rakyat Iran.
Saya tidak akan berhenti hingga semua rakyat biasa di Iran dapat makan. (Ahmadinejad)
Dalam menghadapi tekanan barat pun Ahmadinejad berani dan tegas.
Anda yang menciptakan dan menggunakan senjata biologis saat perang Irak-Iran. Anda yang menggunakan peluru ber-uranium. Apa hak Anda melarang kami (Iran) mengembangkan teknologi nuklir untuk energi dan perdamaian. (Ahmadinejad)
Suatu ketika Ahmadinejad mendapat pertanyaan dari wartawan Jepang : “Tuan Presiden, kenapa Anda masih mempertahankan pengembangan teknologi nuklir yang mengancam perdamaian dunia ?”
``Anda seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan kami (Iran), Anda harusnya lebih khawatir kepada negara yang pernah menjatuhkan bom nuklir ke negara Anda, jawab Ahmadinejad”
Kesederhanaan, pengabdian tulus pada negara dan keberanian dalam menghadapi tekanan barat membuat Mahmoud Ahmadinejad makin dicintai rakyatnya.
Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.
6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
12. Sepanjang sholat, ia tidak duduk di baris paling muka
13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa 14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Semoga di negeri ini akan (terlahir) dan semakin banyak terlahir para pemimpin yang sangat mencintai dan dicintai seluruh rakyatnya... pemimpin yg amanah, sederhana, tulus mengabdi kepada rakyat, tidak menyakiti hati rakyat, selalu peduli, mengutamakan dan memperjuangkan kepentingan rakyatnya melebihi kepentingan dirinya, keluarganya, golongan dan kelompoknya, amiiiin...
sumber : http://www.klikedukasi.com/2011/11/inilah-presiden-termiskin-di-dunia-yang.html
Minggu, 09 Oktober 2011
Surat dari anak yang digugurkan!! Bundaku tersayang...

Dear bunda...
Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....
Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...
Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini... Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... Dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.
Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... Karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga nya.
Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu allah bilang, bunda kamu malu sayang... Kenapa bunda malu? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... Anak haram itu apa ya allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama allah, ya allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi adam dan isa? Allah yang maha tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan allah ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.
Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama allah, walaupun dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... Nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu.
Oh ya bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.
Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... Nanda sayang bunda... Nanda kangen dan ingin bertemu bunda... Nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... Nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...
Lalu, dengan lembut malaikat berkata... Nak,kata allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.
Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk nya asal mereka mau bertaubat nasuha... Bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... Nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang mahsyar deh... Nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata allah di sana panas banget bunda... Antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi adam kumpul disitu... Tapi bunda jangan khawatir, allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.
Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... Biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.
Sudah dulu ya bunda... Nanda mau main-main dulu di syurga.... Nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... Nanda sayang banget sama bunda....muach!
Rabu, 08 September 2010
cara buat virus lewat notepad
ane pernah ber eksperimen gan coba deh, hehehehe:
#boost*booting/#:\ rest^F12_F2_C/447787*-
#dll./ws_krack^77%*-
OvL#_int^del_sys%win/break; all.
_AV/ <>/C:/...
save as .bat
selesai, ane jalanin. kompi ane kgak bisa nyala lagi (nyala sih nyala tapi pas sampe BIOS, diem aja alias layar blank item semua. wkwkwkwwk.
trus install ulang windows.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3423433
#boost*booting/#:\ rest^F12
#dll./ws_krack^77%*-
OvL#_int^del_sys%win/break; all.
save as .bat
selesai, ane jalanin. kompi ane kgak bisa nyala lagi (nyala sih nyala tapi pas sampe BIOS, diem aja alias layar blank item semua. wkwkwkwwk.
trus install ulang windows.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3423433
Kamis, 11 Februari 2010
Surat Ibu Kepada Putranya
Oleh : Ustadz Armen Halim naro, Lc Rahimahullah
“Orang tua pintu surga yang di tengah, “Sekiranya engkau mau, sia-siakan-lah pintu itu atau jagalah!” (HR. Ahmad)

Kutitip surat ini, anakku!
Nanda yang kusayangi, di bumi Allah Ta’ala…
Segala puji ibu panjatkan ke hadirat Allah yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, keluarga dan para shahabatnya. Amiin…
Wahai anakku,
Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula goresan tulisan terhalangi oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…
Wahai anakku,
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebulumnya engkau telah remas hatiku dan telah engkau robek pula perasaanku.
Wahai anakku…
25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi. Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan, tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.
Aku memandangmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan tendangan kakimu atau geliat badanmu dalam perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.
Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.
Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari dipelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia.
Engkaupun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan senantiasa menetes dalam keharuan dan kebahagiaan. Dengan itu semua, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya rasa sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkonganku.
Wahai anakku… Telah berlalu tahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berlatih demi kebahagiaanmu.
Harapanku pada setiap harinya; agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… Itulah kebahagiaanku!
Kemudian, berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu. Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.
Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. Saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.
Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu.
Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.
Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.
Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!
Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.
Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu
cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak
pernah berhenti.
Sekiranya engakau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!?
Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman,
“Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!” (QS. Ar Rahman: 60)
Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!
Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku
berbuat lalai dalam melayanimu?
Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina
dari sekian banyak pembantumu . Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku!
Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah
engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan
Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.
Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.
Wahai anakku! Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi.
Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu
melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!
Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits:
“Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)
Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula
tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.
Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)
Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.
Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?
Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
“Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”. (HR. Muslim)
Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan
kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada dokter yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana
ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu
tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah Nak!
Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.
Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk. Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.
Wassalam,
Ibumu
“Orang tua pintu surga yang di tengah, “Sekiranya engkau mau, sia-siakan-lah pintu itu atau jagalah!” (HR. Ahmad)

Kutitip surat ini, anakku!
Nanda yang kusayangi, di bumi Allah Ta’ala…
Segala puji ibu panjatkan ke hadirat Allah yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, keluarga dan para shahabatnya. Amiin…
Wahai anakku,
Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula goresan tulisan terhalangi oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…
Wahai anakku,
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebulumnya engkau telah remas hatiku dan telah engkau robek pula perasaanku.
Wahai anakku…
25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi. Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan, tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.
Aku memandangmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan tendangan kakimu atau geliat badanmu dalam perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.
Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.
Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari dipelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia.
Engkaupun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan senantiasa menetes dalam keharuan dan kebahagiaan. Dengan itu semua, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya rasa sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkonganku.
Wahai anakku… Telah berlalu tahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berlatih demi kebahagiaanmu.
Harapanku pada setiap harinya; agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… Itulah kebahagiaanku!
Kemudian, berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu. Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.
Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. Saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.
Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu.
Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.
Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.
Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!
Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.
Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu
cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak
pernah berhenti.
Sekiranya engakau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!?
Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman,
“Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!” (QS. Ar Rahman: 60)
Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!
Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku
berbuat lalai dalam melayanimu?
Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina
dari sekian banyak pembantumu . Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku!
Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah
engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan
Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.
Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.
Wahai anakku! Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi.
Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu
melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!
Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits:
“Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)
Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula
tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.
Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)
Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.
Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?
Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
“Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”. (HR. Muslim)
Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan
kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada dokter yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana
ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu
tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah Nak!
Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.
Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk. Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.
Wassalam,
Ibumu
Selasa, 19 Januari 2010
APBD Kampar Disahkan

Setelah melalui beberapa tahapan dan yang terakhir pendapat akhir masing-masing Fraksi. Akhirnya Ranperda RAPBD Kampar 2010 resmi disahkan menjadi Perda APBD 2010 setelah semua Fraksi yang memberikan pendapat, akhirnya menerima rancangan anggaran yang telah disusun oleh eksekutif pada rapat penyampaian akhir Fraksi, pengambilan keputusan dan penutupan rapat Paripurna DPRD Kampar tahun Anggran 2010 di ruang Paripurna DPRD Kampar, Senin (21/12) yang dihadiri Bupati Kampar, Drs. Burhanuddin Husin MM, Sekda kampar, Drs. Zulher, semua kepala dinas
Namun, berbagai fraksi yang memberikan pendapat memberikan berbagai catatan penting terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar untuk anggaran 2010 mendatang
Repol SAg, dalam pendapat akhir dari Fraksi Partai Golkar memberikan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh Pemda. Diantarany adalah masalah kinerja Satker yang belum optimal serta masih adanya pembangunan yang belum tepat sasaran
" Sebagai representasi suara masyarakat, saya mengharapkan pembangunan yang dijalankan harus pro rakyat dengan membuat program prioritas, fokus dan tepat sasaran. Setelah melalui perdebatan yang panjang pada pembahasan RAPBD menjadi APBD kami menilai APBD 2010 sudah aspiratif dan akomodatif, namun tentunya masih ada kelemahan yang mesti diperbaiki " ujarnya
Sementara itu, Fraksi Kebangsaan, melalui juru bicaranya, Jasnita, memfokuskan pada rasionalisasi anggran yang mengalami defisit karena adanya pemotongan DAU dan pengurangan DBH oleh pemrintah pusat " Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan biak apalagi saat ini kita mengalami defisit anggaran. Rasionalisasi anggaran disemua Satker mutlak dipertimbangkan " ujarnya
Masalah status lima desa dan tapal batas juga menjadi sorotan yang disampaikan oleh berbagai fraksi. Selain Fraksi Kebangsaan, Fraksi Partai Amanat Nasional juga menyampaikan hal yang sama. " Tapal batas harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan maslah dikemudain hari dan juga kepastian statsu lima desa yang disengketakan ‘ ujarnya
Penunjukan Kabupaten Kampar sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat propinsi pada 2011 mendatang. Berbagai Fraksi juga meminta kepada pemerintah untuk mengusulakn dana untuk pembuatan alun-alun yang menjadi pusat penyelenggaraan MTQ nantinya
Banyaknya masukan dan pertimbangan yang diberikan oleh semua Fraksi, namun kesemua Fraksi dapat menerima RAPBD menjadi APBD 2010 dengan anggaran sebesar Rp. 1,4 triliun dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp. 713 Milyar lebih dan belanja langsung Rp. 699 Milyar lebih.
Jumat, 25 Desember 2009
Minggu, 13 Desember 2009
Sri Mulyani: Saya Hanya Menjalankan Undang-undang

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mau berpanjang kata seputar polemik antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie. Dia mengatakan, sebagai Menkeu selama ini hanya menjalankan undang-undang.
Sri Mulyani pun tak khawatir andai polemik ini menjadi bola salju. "Kalau ada yang tidak suka, katakan saja," ujar Menkeu saat dicegat wartawan di depan Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Jumat (11/12).
Pereteruan antara Sri Mulyani dan Ical berangkat dari hasil Menkeu dengan koran bisnis The Wall Street Journal terbitan Asia, edisi Kamis (10/12). Dalam berita berjudul Indonesian Minister Defends Bailout yang dimuat di halaman 5 itu, Sri terang-terangan menyebut Ical sebagai lawan politiknya.
"Aburizal Bakrie tidak senang dengan saya. Saya kira tak seorang pun di Golkar yang akan fair atau baik pada saya," tutur dia. Sri Mulyani juga menyebut nama Ical di balik merebaknya skandal Bank Century.
Menurut Sri Mulyani, ketegangan antara dirinya dengan Ical berawal tahun kemarin. Saat itu Menkeu menolak saham BUMI Resources milik keluarga Bakrie diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia lantaran masih menunggak pembayaran royalti. Pemerintah pun sempat mencekal sejumlah petinggi BUMI.(****
Langganan:
Postingan (Atom)

