Selasa, 27 Oktober 2009

Menteri Baru Ekonomi Lembur Godok Program 100 Hari


Jakarta - Jajaran menteri-menteri ekonomi pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, malam hari ini lembur merapatkan penajaman program-program 100 harinya untuk disampaikan kepada Presiden.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penajaman program 100 hari ini berada di bawah koordinasinya. "Ini penajaman program-program 100 hari di bawah Menko Perekonomian yang akan dilaporkan ke Presiden," ujarnya sebelum rapat tersebut di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (27/10/2009).

DI tempat yang sama, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan rapat ini merupakan finalisasi penajaman program 100 hari menteri-menteri ekonomi dan juga program 5 tahun masa pemerintahan yang baru.

"Jadi nanti program 100 hari adalah program yang akan diumumkan oleh Presiden dan Wapres yang merupakan program Kabinet Indonesia Bersatu II. Jadi nanti bukan sepotong-potong supaya nanti terlihat secara integratif," tuturnya.

Tifatul mengatakan, saat ini negara-negara asing menjadikan perekonomian Indonesia sebagai salah satu pusat perhatian karena pertumbuhan ekonomi yang masih positif di tengah krisis ekonomi global. Karena itu pemerintah akan semakin memperkuat sendi-sendi ekonomi.

Apalagi Presiden SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7% bahkan hingga 8%, sehingga harus ada penajaman rencanan dan program yang terintegrasi guna mencapai target tersebut.

"Semua Departemen membuat program 100 hari dan 5 tahun setelah mendaapat arahan dari Presiden dan berdasarkan kontrak kerja dan ramuan dari para menteri ini diperkaya di National Summit," tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan kurang lebih 15 menteri tersebut masih melakukan rapat.

Menteri-menteri yang datang dalam rapat itu antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Mohamad Suleman (MS) Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Pertanian Suswono, Menneg Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Minggu, 18 Oktober 2009

Adu Kolektifitas


PEKANBARU (RP)-Dua tim promosi PSPS dan Persema Malang akan bentrok di Stadion Gajayana, Malang, Ahad (18/10) sore ini dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super 2009/2010. Adu permainan kolektititas akan disajikan dalam laga yang akan disiarkan langsung Antv, pukul 15.30 WIB sore ini.

Ya, antara PSPS dengan Persema tak banyak perbedaan. Kedua tim lebih mengandalkan permainan kolektifitas tim, dibandingkan tim lain yang mengandalkan permainan individu pemainnya. Bahkan, kala promosi ke Liga Super, kedua tim tak banyak melakukan perombakan. Sekitar 75 persen pemain lama di pertahankan.

Hal ini diakui kapten Persema, Bima Sakti. Bahkan, mantan gelandang terbaik Timnas dan PSPS ini mewaspadai permainan kolektifitas PSPS. ‘’Walaupun kami dikalahkan Persija, menurut saya PSPS lebih kuat dari Persema. PSPS bermain kolektif, sementara Persija mengandalkan individu,’’ ujarnya saat dihubungi Riau Pos, kemarin.

Persema telah merasakan sulitnya mengalahkan PSPS ketika kedua tim tampil di Babak Delapan Besar Divisi Utama 2008/2009 di Stadion Gajayana beberapa waktu lalu. Bahkan, Persema yang main di hadapan pendukungnya hanya mampu bermain imbang 1-1. PSPS yang kala itu sempat tertinggal mampu menyamakan kedudukan lewat gol Dzumafo Epandi Herman.

Akankah hasil imbang akan terjadi lagi sore ini? ‘’Kami akan main maksimal. Kami butuh kemenangan untuk mengembalikan mental bertanding usai dikalahkan Persija,’’ ujar Bima Sakti. ‘’Kami berusaha mencuri poin, kalau ada kesempatan menang kenapa tidak diambil,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning ketika dihubungi Riau Pos, kemarin.

Namun, Gurning tetap mewaspadi kebangkitan Persema yang pasti memburu kemenangan. Walaupun menyadari Persema juga mengandalkan kolektifitas tim, Gurning juga menyorot sisi kiri Persema yang mengandalkan kecepatan Kasan Soleh dan Siswanto. ‘’Mereka (Persema, red) akan bermain dari sayap dan ini perlu diwaspadai,’’ tegas Gurning.

PSPS beruntung, menghadapi laga sore ini starting eleven tim ketika mampu menahan imbang Arema tanpa gol di laga sebelumnya bisa tampil semua. Dedi Gusmawan dan Fance Harianto sudah sembuh dari cederanya dan siap dimainkan. Jadi, penjaga gawang kemungkinan besar akan diisi Fance lagi.

‘’Saya siap main jika dipercaya pelatih. Saya akan tampil maksimal untuk tak kebobolan lagi seperti ketika main di Delapan Besar Divisi Utama lalu. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru,’’ ujar mantan kiper Timnas U-20 ini kepada Riau Pos, kemarin.

Sedangkan empat pemain belakang kembali akan diisi Agus Cima di kiri, Daniel Junaidi di kanan dan duet Banaken-Dedi Gusmawan di tengah. Sementara, empat pemain tengah akan diisi Putut Waringinjati, Ade Suhendra, Ade Candra Kirana dan April Hadi. Dzumafo Epandi Herman sebagai striker tunggal ditopang playmaker Tchana Emile Chiril dari lini kedua.

Sementara di Persema, pelatih Subangkit juga kemungkinan besar tak melakukan perubahan. Meski kalah lawan Persija, saat itu Bima Sakti dkk bermain tak kalah bagusnya. Di bawah mistar akan berdiri I Komang Putra. Empat di belakang akan diisi Munhar, Suroso, Seme Patrick dan Kasan Soleh.

Subangkit memainkan tiga gelandang Robbie Gaspar, Bima Sakti dan Sutaji. Sedangkan untuk memecah pertahanan PSPS, kemungkinan besar Persema yang mengejar kemenangan dan memainkan tiga striker yakni M Kamri, Zainal Ichwan dan Pepeto.

Lantas tim mana yang keluar sebagai pemenang? Atau akankah kedua tim promosi kembali bermain imbang seperti pertemuan saat di Delapan Besar DIvisi Utama lalu? Kita tunggu adu kolektifitas kedua tim disiaran langsung di Antv, pukul 15.30 WIB sore ini.


Kembali Jika Dibutuhkan

Bima Sakti punya banyak kenangan di PSPS. Saat Liga Indonesia VIII, Bima merupakan satu dari sederet pemain bintang yang direkrut PSPS sehingga PSPS cukup dikenali di blantika sepakbola Indonesia. Namun, tenaga Bima tak banyak dipakai PSPS karena mengalami cedera ketika membantu Petrokimia Putra berlaga di Piala Champions.

Bima pun menghabiskan waktunya di PSPS dengan duduk di bangku cadangan sambil menunggu patah kakinya sembuh. Ia hanya main beberapa kali di penghujung kompetisi. Namun, di PSPS Bima menemukan tambatan hatinya dan akhirnya ia menikahi gadis Riau asal Rengat, Inhu.
Setelah itu, Bima keluar dari PSPS dan membela Persiba Balikpapan. Kiprah Bima di Persiba juga tak begitu lama, pemain jebolan Timnas Primavera yang sempat berguru di Italia ini memilih bergabung ke Persema Malang. Bahkan, ia sudah empat musim bersama Persema. Lantas, adakah niat kembali membela PSPS?

‘’Kalau memang dibutuhkan saya siap kembali ke PSPS karena saya juga punya kenangan bersama PSPS. Bahkan, istri saya orang Riau,’’ ujarnya. ‘’Tapi tidak sekarang karena saya sudah terikat kontrak dengan Persema. Saya harus profesional,’’ tambah pemain yang sempat membawa PSM menjuarai Liga Indonesia ini.

Bima mengaku bangga dengan perkembangan PSPS saat ini. Dengan pemain yang merata PSPS mampu kembali ke kasta sepakbola Indonesia tertinggi. Tapi sebagai pemain profesional, Bima mengaku akan tetap berjuang maksimal untuk Persema ketika bertemu PSPS sore ini. ‘’Walaupun ada ikatan emosional dengan PSPS. Tapi, saya tetap profesional berjuang keras untuk tim yang saya bela saat ini,’’ tegasnya.(das)

hi Ayu... thanks for visiting my virtual page

enjoy your time....