Jumat, 25 Desember 2009

Unintended

http://www.youtube.com/watch?v=HPxHWCjJ_P0

Minggu, 13 Desember 2009

Sri Mulyani: Saya Hanya Menjalankan Undang-undang


Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mau berpanjang kata seputar polemik antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie. Dia mengatakan, sebagai Menkeu selama ini hanya menjalankan undang-undang.

Sri Mulyani pun tak khawatir andai polemik ini menjadi bola salju. "Kalau ada yang tidak suka, katakan saja," ujar Menkeu saat dicegat wartawan di depan Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Jumat (11/12).

Pereteruan antara Sri Mulyani dan Ical berangkat dari hasil Menkeu dengan koran bisnis The Wall Street Journal terbitan Asia, edisi Kamis (10/12). Dalam berita berjudul Indonesian Minister Defends Bailout yang dimuat di halaman 5 itu, Sri terang-terangan menyebut Ical sebagai lawan politiknya.

"Aburizal Bakrie tidak senang dengan saya. Saya kira tak seorang pun di Golkar yang akan fair atau baik pada saya," tutur dia. Sri Mulyani juga menyebut nama Ical di balik merebaknya skandal Bank Century.

Menurut Sri Mulyani, ketegangan antara dirinya dengan Ical berawal tahun kemarin. Saat itu Menkeu menolak saham BUMI Resources milik keluarga Bakrie diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia lantaran masih menunggak pembayaran royalti. Pemerintah pun sempat mencekal sejumlah petinggi BUMI.(****

Ribuan Batang Kayu Ilegal Kembali Ditemukan di Riau Chaidir Anwar Tanjung - detikNews


Ribuan Kayu Illegal Diamankan
Pekanbaru - Dinas Kehutanan (Dishut) Riau kembali menemukan ribuan batang kayu ilegal yang diduga melibatkan dua perusahaan anak Raja Garuda Mas Group. DPRD Riau menduga lolosnya kayu ini melibatkan oknum-oknum Dishut sendiri.

Ribuan batang kayu ini kini menumpuk di areal pabrik plywood PT Asia Forestama Raya (AFR) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Kayu-kayu bulat ini diangkut dengan kapal tongkang menyisiri sungai Siak dari areal HTI PT Sumatera Riang Lestari di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan tujuan ke PT AFR. Dua perusahaan itu tercatat sebagai anak perusahaan Raja Garuda Mas Group (RGM) milik taipan Sukanto Tanoto.

"Bagimana mungkin ribuan batang kayu ini bisa lolos sampai ke Pekanbaru. Padahal sedikitnya ada enam pos keamanan Dishut yang harus dilewati. Kalau tidak dibeking oknum-oknum dinas kehutanan sendiri, tidak mungkin kayu ini bisa sampai ke Pekanbaru," kata anggota DPRD Riau Komisi B Bidang Kehutanan, Jefri Noer kepada wartawan, Sabtu (05/12/2009).

Menurut Jefri yang sudah menilik keberadaan kayu tersebut, diketahui sesuai dokumen, kayu hanya 1.200 batang saja. Namun faktanya jumlah kayu lebih banyak dibandingkan yang tertera di dokumen. Ditemukan juga perbedaan ukuran diameter kayu dan panjang kayu sebenarnya dengan yang tertera di dokumen.

"Áda banyak kayu yang dituliskan dalam dokumen memiliki garis tengah 55 centimeter, tapi setelah dihitung ulang justru berlebih hingga 65 centimeter. Kita tidak hanya menyalahkan pihak perusahaan saja, namun Dishut harus bertanggung jawab mengapa tidak mengecek kelengkapan dokumen itu," tegas Jefri Noer, mantan Bupati Kampar ini.

Menanggapi tudingan adanya oknum Dishut menjadi beking, Kepala Dinas Kehutanan Riau, Zulkifli Yusuf berjanji akan menindak tegas keterlibatan oknum tersebut. "Saya janji siapa saja yang terlibat dalam masalah ini akan ditindak. Tidak hanya pada perusahaan saja, namun terhadap pegawai Dishut sendiri," kata Zulkifli.
(cha/asy)

Sri Mulyani: Aburizal Bakrie Tidak Senang pada Saya


Kamis, 10/12/2009 10:19 WIB
Sri Mulyani: Aburizal Bakrie Tidak Senang pada Saya
Rita Uli Hutapea - detikNews
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai pembentukan Pansus DPR atas pengucuran dana bailout US$700 juta untuk Bank Century.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya politikus-politikus rivalnya untuk menggulingkan dirinya dari jabatan. Penyebabnya adalah mereka tidak senang pada upaya-upaya Sri Mulyani untuk memperbaiki birokasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam wawancara seperti dilansir The Wall Street Journal, Kamis (10/12/2009).

Dikatakan Sri Mulyani, dirinya yakin Pansus Century DPR itu merupakan upaya untuk mendiskreditkan dirinya oleh para politikus yang menentang agenda reformasinya.

Sri Mulyani bahkan terang-terangan menyebut nama Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar dan mantan Menko Kesra.

"Aburizal Bakrie tidak senang pada saya," kata Sri Mulyani. "Saya kira tak seorang pun di Golkar yang akan fair atau baik pada saya," tuturnya.

Dikatakan Sri Mulyani seperti ditulis The Wall Street Journal, ketegangan antara dirinya dan Bakrie berawal tahun lalu ketika dirinya menolak menutup perdagangan saham saat harga saham BUMI Resources milik Bakrie mengalami kejatuhan. Menurut Sri Mulyani, Bakrie yang meminta penutupan tersebut.

Menurut The Wall Street Journal, Bakrie membantah ada masalah antara dirinya dan Sri Mulyani.

Mengenai bailout Bank Century, Sri Mulyani menegaskan hal tersebut legal. Sebab jika tidak dilakukan bisa menimbulkan kepanikan di kalangan penyimpan dana di bank-bank lainnya.

"Saya merasa apa yang saya lakukan adalah benar untuk negara," tandasnya. (ita/nrl)