Selasa, 27 Maret 2012

iphone


The iPhone (play /ˈaɪfoʊn/ EYE-fohn) is a line of smartphones designed and marketed by Apple Inc. The first iPhone was unveiled by Steve Jobs, then CEO of Apple, on January 9, 2007,[1] and released on June 29, 2007. The 5th generation iPhone, the iPhone 4S, was announced on October 4, 2011, and released 10 days later.

An iPhone can function as a video camera (video recording was not a standard feature until the iPhone 3GS was released), a camera phone, a portable media player, and an Internet client with email and web browsing capabilities, can send texts and receive visual voicemail, and has both Wi-Fi and 3G connectivity. The user interface is built around the device's multi-touch screen, including a virtual keyboard rather than a physical one.

Third-party as well as Apple application software is available from the App Store, which launched in mid-2008 and now has over 500,000[2] "apps" approved by Apple. These apps have diverse functions, including games, reference, GPS navigation, social networking, security, and advertising for television shows, films, and celebrities.

There are five generations of iPhone models, each accompanied by one of the five major releases of iOS (formerly iPhone OS). The original iPhone was a GSM phone, and established design precedents, such as screen size and button placement, that have persisted through all models. The iPhone 3G added 3G cellular network capabilities and A-GPS location. The iPhone 3GS added a compass, faster processor, and higher resolution camera, including video recording at 480p.

The iPhone 4 has a rear-facing camera (720p video) and a front facing camera (at a lower resolution) for FaceTime video calling and for use in other apps like Skype. The iPhone 4 featured a higher-resolution 960x640 display; it was released on June 24, 2010. In the U.S., AT&T was the only authorized carrier until February 10, 2011, when a CDMA version of the iPhone 4 launched for Verizon. On October 4, 2011, Apple announced the iPhone 4S.[3]

The iPhone 4S added a higher resolution camera (8 megapixel) with 1080p video recording, face detection, and video stabilization, a faster, dual core processor, support for both GSM/UMTS and CDMA on one chip, GLONASS support and a natural language voice control system called Siri.[4] It is available in 16 GB and 32 GB, as well as a new 64 GB capacity. In the United States, it was announced that two new carriers, Sprint and C Spire, would begin carrying the iPhone 4 and iPhone 4S in October and November 2011, respectively.[5]

Sabtu, 17 Maret 2012

Rasulullah sangat mencintai Ummatnya

Adalah kisah dimana saat Rasulullah menghadapi sakaratul maut.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taati dan bertakwalah kepada-Nya, ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku, barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk
syurga bersama-sama aku"

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya, Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"
keluh hati para sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia, tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Waktu itu pintu rumah Rasulullah masih tertutup, sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam.

"Bolehkah saya masuk?"
tanyanya, tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,

"Maafkanlah, ayahku sedang demam,"
kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

"Siapakah itu wahai anakku?"

"Aku tidak tahu ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya"
tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan, seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia, dialah malaikatul maut,"
kata Rasulullah.

Dan Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya, kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"
kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?"
Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku,
"Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"
kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas, perlahan ruh Rasulullah ditarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh.

Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,"
kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat sekali rasanya maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan, fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?"
"Umatku, umatku, umatku"

Dan berakhirlah hidup manusia paling mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? berbahagialah kita menjadi umat Rosullulah.
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi.