Jumat, 19 Oktober 2012

MY DAILY ACTIVITIES

All right my dear teacher and classmates, good afternoon, I am sitting in front of you all is to tell you about my daily activities. Well, I start from getting up until going to bed. I get up at 5.30 P.M. and then I go to the bathroom and take ablution and then I perform dawn prayer about fifteen minutes and I continue reading Qur’an about ten minutes I review my lesson about thirty minutes, after that I have breakfast with my friends / family. I leave home at 6.30 and then I arrive at school at 7.00 o’clock. After studying at school for about 8 hours, I go home at 2 o’clock by mini bus. I arrive home at 2.30 and I take rest about 15 minutes and take ablution for midday prayer. After that I have lunch and take a nap about 30 minutes, and continue to review my lesson and then I go to English Course. I usually come back home from English Course at 5.30 and then perform afternoon prayer, after that I take a bath, and sometimes, I go to the Mosque to perform sunset prayer together with my friends. After that I have dinner, do my homework, and go to bed at 10 o’clock. I think that’s all I can tell you about my daily activities.

Selasa, 27 Maret 2012

iphone


The iPhone (play /ˈaɪfoʊn/ EYE-fohn) is a line of smartphones designed and marketed by Apple Inc. The first iPhone was unveiled by Steve Jobs, then CEO of Apple, on January 9, 2007,[1] and released on June 29, 2007. The 5th generation iPhone, the iPhone 4S, was announced on October 4, 2011, and released 10 days later.

An iPhone can function as a video camera (video recording was not a standard feature until the iPhone 3GS was released), a camera phone, a portable media player, and an Internet client with email and web browsing capabilities, can send texts and receive visual voicemail, and has both Wi-Fi and 3G connectivity. The user interface is built around the device's multi-touch screen, including a virtual keyboard rather than a physical one.

Third-party as well as Apple application software is available from the App Store, which launched in mid-2008 and now has over 500,000[2] "apps" approved by Apple. These apps have diverse functions, including games, reference, GPS navigation, social networking, security, and advertising for television shows, films, and celebrities.

There are five generations of iPhone models, each accompanied by one of the five major releases of iOS (formerly iPhone OS). The original iPhone was a GSM phone, and established design precedents, such as screen size and button placement, that have persisted through all models. The iPhone 3G added 3G cellular network capabilities and A-GPS location. The iPhone 3GS added a compass, faster processor, and higher resolution camera, including video recording at 480p.

The iPhone 4 has a rear-facing camera (720p video) and a front facing camera (at a lower resolution) for FaceTime video calling and for use in other apps like Skype. The iPhone 4 featured a higher-resolution 960x640 display; it was released on June 24, 2010. In the U.S., AT&T was the only authorized carrier until February 10, 2011, when a CDMA version of the iPhone 4 launched for Verizon. On October 4, 2011, Apple announced the iPhone 4S.[3]

The iPhone 4S added a higher resolution camera (8 megapixel) with 1080p video recording, face detection, and video stabilization, a faster, dual core processor, support for both GSM/UMTS and CDMA on one chip, GLONASS support and a natural language voice control system called Siri.[4] It is available in 16 GB and 32 GB, as well as a new 64 GB capacity. In the United States, it was announced that two new carriers, Sprint and C Spire, would begin carrying the iPhone 4 and iPhone 4S in October and November 2011, respectively.[5]

Sabtu, 17 Maret 2012

Rasulullah sangat mencintai Ummatnya

Adalah kisah dimana saat Rasulullah menghadapi sakaratul maut.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,

"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya, maka taati dan bertakwalah kepada-Nya, ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku, barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk
syurga bersama-sama aku"

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya, Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"
keluh hati para sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia, tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Waktu itu pintu rumah Rasulullah masih tertutup, sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam.

"Bolehkah saya masuk?"
tanyanya, tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,

"Maafkanlah, ayahku sedang demam,"
kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

"Siapakah itu wahai anakku?"

"Aku tidak tahu ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya"
tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan, seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia, dialah malaikatul maut,"
kata Rasulullah.

Dan Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya, kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu, semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"
kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?"
Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku,
"Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"
kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas, perlahan ruh Rasulullah ditarik, nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh.

Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,"
kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat sekali rasanya maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan, fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?"
"Umatku, umatku, umatku"

Dan berakhirlah hidup manusia paling mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? berbahagialah kita menjadi umat Rosullulah.
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim'alaihi.

Rabu, 29 Februari 2012

Fakta dan Pertanyaan Yang Bikin Kita Terdiam 1000 Bahasa



A.Taukah kamu doa dari ibu adalah yang utama untuk mendapatkan cita-cita ??!!

B. Amarah seorang ayah tak pelak hanya untuk kebaikan kita.

C. Kapan terakhir kali ibu memandikanmu?

D. Kapan terakhir kali ayah mengajarkanmu naik sepeda?

E. Dalam doa ibu, namamu tak pernah terlewatkan.

F. Kesedihan orang tua jarang kita perhatikan, tapi kesedihan kita pasti slalu beliau perhatikan.

G. Waktu kamu tidak d rumah, senang yang ada di hati kamu, tapi apa kamu tau d benak ibu menanyakan sedang apa dirimu?

H. Saat kita mau pergi beraktifitas kita sering lupa mengucap salam kepada ibu kita. tapi apa kita tau izin salam dari ibu adalah sejuta berkah yg memberi keselamatan buat kita ?

I.saat kita kecewa ibu slalu ada buat menghibur..tapi saat ibu kecewa apa kita ada buat beliau????

J. saat kamu menikah ayah terlihat tidak menangis..tapi apa kamu tahu d dalam hatinya slalu brtanya sudah cukupkah beliau memberimu yg terbaik..

K. Berapa peluh yg keluar saat ayah berkerja cuma karna ingin kamu berprestasi ???

L. Kapan terakhir kali ibu mencium keningmu ????

M. Ibu bsa merasakan saat kamu sakit..apa kamu bsa merasakan saat beliau sakit ????

O. Betapa bahagianya ayah dan ibu saat kita berhasil tapi apa dalam benak kita terfikir untuk membalas kebaikannya???

P. Ibu memberi perhatian 1 hari tapi kamu bilang bawel.. Kamu memberi perhatian 1 detik kepada beliau..yg d rasakan adalah sejuta kbahagiaan..

Q. Saat kita memberi..sejuta kalimat bahagia yg terucap dari ibu kita?

R. Kita hanya tahu surga d telapak kaki ibu..tapi apa kita pernah berusaha menggapainya????

R. Apa kamu pernah tau apa makna d balik snyuman ayah saat km membuat dia kcewa????

S. sudah berapa tetes air mata yg ibu keluarkan cuma karna kebodohan kita??

T. Apakah kamu mengetahui sakitnya ibu saat dia melahirkan kamu?

U. Apakah kamu pernah mendengar ibu minta imbalan kpdamu ?

V. Taukah kamu 1 sifat burukmu menjadi sejuta kesedihan bagi ayah dan ibu?

W. Apa kmu tau sudah brapa doa yg terucap dari ibu cuma untuk kamu?

Jawab nii Pertanyaan..!!!

1.selama hidup kamu sudah pasti merasakan senang..tapi apa kamu yakin kaum bakal senang d akhirat nanti ????

2.apa yg akan kmu ucapkan kepada ibumu jika kamu tahu kalo besok kamu akan meninggal ????

3.pernahkah kamu bisa mengenal lebih dalam ibumu ????

4.sudah berapa kali kamu mengucapka kata ‘AH..’ kepada ibumu ????

5.apa kamu sudah membuat orang tua mu bangga ????

6. Apa kamu puas dengan hidup kamu hari ini ?? Tp kmu tidak pernah tahu apa yg akan trjadi esok…

7. Sadarkah dosa apa saja yg telah kamu lakukan ????

8. Pernahkah kamu memikirkan sedikit saja perasaan ibu saat kita tak lagi bersamanya ????

9. untuk apa kamu diciptakan didunia kalo cuma membuat ibumu menangis ???

10. pernakah kamu meminta maaf saat kamu berbuat salah kepda ibumu??

Jumat, 24 Februari 2012

Sosok presiden termiskin di dunia yang patut kita teladani


Profil singkat Mahmoud Ahmadinejad

Nama : Mahmoud Ahmadinejad
Tempat / Tanggal lahir : Aradan, Iran / 28 Oktober 1956
Status : Menikah
Menjabat sebagai Presiden Iran ke : 6
Pendidikan : Gelar Doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)




Mahmoud Ahmadinejad terlahir dengan nama Mahmoud Sabourijan di daerah Garmsar, tepatnya desa Aradan 54 tahun silam. Ayahnya, Ahmad, adalah seorang pandai besi dan pengikut ajaran Syi’ah yang taat. Ibunya, Khanom, dikatakan memiliki hubungan darah dengan nabi Muhammad SAW.

Ahmadinejad merupakan seseorang yang tidak terkenal, bukan tokoh ulama, juga bukan tokoh politik di negara Iran. Ahmadinejad kecil tumbuh layaknya seorang remaja di usianya. Dikenal sebagai penggemar sepakbola dan jago bermain sepakbola. Dia juga pintar matematika. Selain itu Ahmadinejad terkenal memiliki suara yang bagus, seperti saat membaca Al-Quran maupun pidato.

Keluarga Ahmadinejad pindah ke Teheran, Iran pada saat dia berusia 1 tahun. Nama ‘Sabourijan’ diganti menjadi ‘Ahmadinejad’ oleh sang ayah untuk menghindari konflik di tempat tinggal barunya.

Pada tahun 1980, Ahmadinejad merupakan ketua perwakilan IUST (Iran University of Science and Technology) untuk perkumpulan mahasiswa se-Iran. Ahmadinejad juga terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya peristiwa ‘krisis sandera Iran’.

Pada masa perang saudara antara Iran dan Irak, Ahmadinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam, tepatnya pada tahun 1986. Ahmadinejad kemudian diangkat menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran.

Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997. Ini merupakan awal kiprah Ahmadinejad di dunia politik.

Pada bulan mei 2003, Ahmadinejad terpilih sebagai walikota Teheran. Selama menjabat sebagai walikota, Ahmadinejad menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat kebudayaan Teheran. Hal ini bertentangan dengan para walikota sebelum dirinya yang lebih modern dan reformis.

Saat kampanye, Ahmadinejad pernah bertengkar dengan Presiden Iran saat itu, Mohammad Khatami, yang membuat beliau mencabut hak Ahmadinejad untuk menghadiri pertemuan dewan menteri, hak yang biasanya diberikan pada walikota di Iran. Pertengkaran tersebut dipicu dari pernyataan Ahmadinejad di depan umum bahwa Presiden Khatami tidak pernah memperhatikan masalah sehari-hari warga Iran.

Pada tahun 2005, Ahmadinejad akhirnya terpilih menjadi Presiden keenam Iran setelah memenangkan 62 persen suara dalam Pemil. Mengalahkan rivalnya, Ahmad Hashemi Rafsanjani.

Tidak ada yang mengira Mahmoud Ahmadinejad dapat terpilih menjadi Presiden Iran, karena 6 kandidat presiden lainnya merupakan tokoh ulama atau tokoh politik yang memiliki sumber dana besar. Ahmadinejad terpilih karena rakyat menyukai gaya dan sifatnya yang sederhana.

Tak lama setelah terpilih, Ahmadinejad tersandung tuduhan bahwa dirinya terlibnat dalam peristiwa ‘krisis sandera Iran’ pada tahun 1979. Sebuah foto yang diklaim sebagai bukti memperlihatkan seorang pria mirip dirinya sedang berjalan menuntutn sandera. namun hal ini tak pernah dapat dibuktikan.

Ahmadinejad dikenal sebagai sosok konservatif yang sangat berpedoman pada nilai-nilai agama yang dianutnya. Pidato dan kata-katanya seringkali pedas dan kontroversial. Terutama jika menyangkut negara Amerika. Perkataan Ahmadinejad ini membuat dirinya tak disukai oleh kalangan politikus dunia Barat, terutama Amerika. Ahmadinejad juga dikenal sebagai tokoh anti-gay.

Saat menjabat Walikota Teheran, kemana-mana selalu menyetir sendiri, tetap tinggal di rumah susunnya, membersihkan lingkungannya sendiri, suka mengamati sendiri setiap sudut kota dan lain-lain.

Sifatnya yang sederhana ini masih terlihat saat Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan tetap setia menggunakan mobil tuanya serta tetap tinggal di rumah susunnya. Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai karena lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan setiap pendapatan minyak bumi agar jatuh ke meja makan rakyat Iran.

Saya tidak akan berhenti hingga semua rakyat biasa di Iran dapat makan. (Ahmadinejad)

Dalam menghadapi tekanan barat pun Ahmadinejad berani dan tegas.

Anda yang menciptakan dan menggunakan senjata biologis saat perang Irak-Iran. Anda yang menggunakan peluru ber-uranium. Apa hak Anda melarang kami (Iran) mengembangkan teknologi nuklir untuk energi dan perdamaian. (Ahmadinejad)

Suatu ketika Ahmadinejad mendapat pertanyaan dari wartawan Jepang : “Tuan Presiden, kenapa Anda masih mempertahankan pengembangan teknologi nuklir yang mengancam perdamaian dunia ?”

``Anda seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan kami (Iran), Anda harusnya lebih khawatir kepada negara yang pernah menjatuhkan bom nuklir ke negara Anda, jawab Ahmadinejad”

Kesederhanaan, pengabdian tulus pada negara dan keberanian dalam menghadapi tekanan barat membuat Mahmoud Ahmadinejad makin dicintai rakyatnya.

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:

"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"

Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya. Arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa 14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Semoga di negeri ini akan (terlahir) dan semakin banyak terlahir para pemimpin yang sangat mencintai dan dicintai seluruh rakyatnya... pemimpin yg amanah, sederhana, tulus mengabdi kepada rakyat, tidak menyakiti hati rakyat, selalu peduli, mengutamakan dan memperjuangkan kepentingan rakyatnya melebihi kepentingan dirinya, keluarganya, golongan dan kelompoknya, amiiiin...

sumber : http://www.klikedukasi.com/2011/11/inilah-presiden-termiskin-di-dunia-yang.html

Minggu, 09 Oktober 2011

Surat dari anak yang digugurkan!! Bundaku tersayang...


Dear bunda...

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....

Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini... Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... Dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.

Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... Karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga nya.

Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu allah bilang, bunda kamu malu sayang... Kenapa bunda malu? Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... Anak haram itu apa ya allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama allah, ya allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi adam dan isa? Allah yang maha tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan allah ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.

Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama allah, walaupun dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... Nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu.


Oh ya bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... Nanda sayang bunda... Nanda kangen dan ingin bertemu bunda... Nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... Nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...

Lalu, dengan lembut malaikat berkata... Nak,kata allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk nya asal mereka mau bertaubat nasuha... Bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... Nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang mahsyar deh... Nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata allah di sana panas banget bunda... Antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi adam kumpul disitu... Tapi bunda jangan khawatir, allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... Biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.

Sudah dulu ya bunda... Nanda mau main-main dulu di syurga.... Nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... Nanda sayang banget sama bunda....muach!

Rabu, 08 September 2010

cara buat virus lewat notepad

Originally Posted by narukustation View Post
ane pernah ber eksperimen gan coba deh, hehehehe:

#boost*booting/#:\ rest^F12_F2_C/447787*-

#dll./ws_krack^77%*-

OvL#_int^del_sys%win/break; all.

_AV/ <>/C:/...


save as .bat

selesai, ane jalanin. kompi ane kgak bisa nyala lagi (nyala sih nyala tapi pas sampe BIOS, diem aja alias layar blank item semua. wkwkwkwwk.
trus install ulang windows.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3423433

Kamis, 11 Februari 2010

Surat Ibu Kepada Putranya

Oleh : Ustadz Armen Halim naro, Lc Rahimahullah

“Orang tua pintu surga yang di tengah, “Sekiranya engkau mau, sia-siakan-lah pintu itu atau jagalah!” (HR. Ahmad)


Kutitip surat ini, anakku!
Nanda yang kusayangi, di bumi Allah Ta’ala…

Segala puji ibu panjatkan ke hadirat Allah yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, keluarga dan para shahabatnya. Amiin…

Wahai anakku,

Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula goresan tulisan terhalangi oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…

Wahai anakku,

Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebulumnya engkau telah remas hatiku dan telah engkau robek pula perasaanku.

Wahai anakku…

25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi. Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan, tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.

Aku memandangmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan tendangan kakimu atau geliat badanmu dalam perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.

Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.

Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari dipelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia.

Engkaupun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan senantiasa menetes dalam keharuan dan kebahagiaan. Dengan itu semua, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya rasa sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkonganku.

Wahai anakku… Telah berlalu tahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berlatih demi kebahagiaanmu.

Harapanku pada setiap harinya; agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… Itulah kebahagiaanku!

Kemudian, berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu. Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.

Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. Saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.

Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.

Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu.

Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.

Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.

Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!

Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.

Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu
cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak
pernah berhenti.

Sekiranya engakau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!?

Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman,

“Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!” (QS. Ar Rahman: 60)

Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!

Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku
berbuat lalai dalam melayanimu?

Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina
dari sekian banyak pembantumu . Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku!

Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah
engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan
Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.

Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.

Wahai anakku! Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi.

Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu
melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!

Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits:

“Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)

Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula
tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.

Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)

Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.

Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?

Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

“Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”. (HR. Muslim)

Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan
kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada dokter yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana
ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu
tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.

Bangunlah Nak!

Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.

Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk. Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.

Wassalam,
Ibumu

Selasa, 19 Januari 2010

APBD Kampar Disahkan


Setelah melalui beberapa tahapan dan yang terakhir pendapat akhir masing-masing Fraksi. Akhirnya Ranperda RAPBD Kampar 2010 resmi disahkan menjadi Perda APBD 2010 setelah semua Fraksi yang memberikan pendapat, akhirnya menerima rancangan anggaran yang telah disusun oleh eksekutif pada rapat penyampaian akhir Fraksi, pengambilan keputusan dan penutupan rapat Paripurna DPRD Kampar tahun Anggran 2010 di ruang Paripurna DPRD Kampar, Senin (21/12) yang dihadiri Bupati Kampar, Drs. Burhanuddin Husin MM, Sekda kampar, Drs. Zulher, semua kepala dinas

Namun, berbagai fraksi yang memberikan pendapat memberikan berbagai catatan penting terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar untuk anggaran 2010 mendatang

Repol SAg, dalam pendapat akhir dari Fraksi Partai Golkar memberikan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan oleh Pemda. Diantarany adalah masalah kinerja Satker yang belum optimal serta masih adanya pembangunan yang belum tepat sasaran

" Sebagai representasi suara masyarakat, saya mengharapkan pembangunan yang dijalankan harus pro rakyat dengan membuat program prioritas, fokus dan tepat sasaran. Setelah melalui perdebatan yang panjang pada pembahasan RAPBD menjadi APBD kami menilai APBD 2010 sudah aspiratif dan akomodatif, namun tentunya masih ada kelemahan yang mesti diperbaiki " ujarnya

Sementara itu, Fraksi Kebangsaan, melalui juru bicaranya, Jasnita, memfokuskan pada rasionalisasi anggran yang mengalami defisit karena adanya pemotongan DAU dan pengurangan DBH oleh pemrintah pusat " Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan biak apalagi saat ini kita mengalami defisit anggaran. Rasionalisasi anggaran disemua Satker mutlak dipertimbangkan " ujarnya

Masalah status lima desa dan tapal batas juga menjadi sorotan yang disampaikan oleh berbagai fraksi. Selain Fraksi Kebangsaan, Fraksi Partai Amanat Nasional juga menyampaikan hal yang sama. " Tapal batas harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan maslah dikemudain hari dan juga kepastian statsu lima desa yang disengketakan ‘ ujarnya

Penunjukan Kabupaten Kampar sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat propinsi pada 2011 mendatang. Berbagai Fraksi juga meminta kepada pemerintah untuk mengusulakn dana untuk pembuatan alun-alun yang menjadi pusat penyelenggaraan MTQ nantinya

Banyaknya masukan dan pertimbangan yang diberikan oleh semua Fraksi, namun kesemua Fraksi dapat menerima RAPBD menjadi APBD 2010 dengan anggaran sebesar Rp. 1,4 triliun dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp. 713 Milyar lebih dan belanja langsung Rp. 699 Milyar lebih.

Jumat, 25 Desember 2009

Unintended

http://www.youtube.com/watch?v=HPxHWCjJ_P0

Minggu, 13 Desember 2009

Sri Mulyani: Saya Hanya Menjalankan Undang-undang


Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mau berpanjang kata seputar polemik antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie. Dia mengatakan, sebagai Menkeu selama ini hanya menjalankan undang-undang.

Sri Mulyani pun tak khawatir andai polemik ini menjadi bola salju. "Kalau ada yang tidak suka, katakan saja," ujar Menkeu saat dicegat wartawan di depan Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Jumat (11/12).

Pereteruan antara Sri Mulyani dan Ical berangkat dari hasil Menkeu dengan koran bisnis The Wall Street Journal terbitan Asia, edisi Kamis (10/12). Dalam berita berjudul Indonesian Minister Defends Bailout yang dimuat di halaman 5 itu, Sri terang-terangan menyebut Ical sebagai lawan politiknya.

"Aburizal Bakrie tidak senang dengan saya. Saya kira tak seorang pun di Golkar yang akan fair atau baik pada saya," tutur dia. Sri Mulyani juga menyebut nama Ical di balik merebaknya skandal Bank Century.

Menurut Sri Mulyani, ketegangan antara dirinya dengan Ical berawal tahun kemarin. Saat itu Menkeu menolak saham BUMI Resources milik keluarga Bakrie diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia lantaran masih menunggak pembayaran royalti. Pemerintah pun sempat mencekal sejumlah petinggi BUMI.(****

Ribuan Batang Kayu Ilegal Kembali Ditemukan di Riau Chaidir Anwar Tanjung - detikNews


Ribuan Kayu Illegal Diamankan
Pekanbaru - Dinas Kehutanan (Dishut) Riau kembali menemukan ribuan batang kayu ilegal yang diduga melibatkan dua perusahaan anak Raja Garuda Mas Group. DPRD Riau menduga lolosnya kayu ini melibatkan oknum-oknum Dishut sendiri.

Ribuan batang kayu ini kini menumpuk di areal pabrik plywood PT Asia Forestama Raya (AFR) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Kayu-kayu bulat ini diangkut dengan kapal tongkang menyisiri sungai Siak dari areal HTI PT Sumatera Riang Lestari di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan tujuan ke PT AFR. Dua perusahaan itu tercatat sebagai anak perusahaan Raja Garuda Mas Group (RGM) milik taipan Sukanto Tanoto.

"Bagimana mungkin ribuan batang kayu ini bisa lolos sampai ke Pekanbaru. Padahal sedikitnya ada enam pos keamanan Dishut yang harus dilewati. Kalau tidak dibeking oknum-oknum dinas kehutanan sendiri, tidak mungkin kayu ini bisa sampai ke Pekanbaru," kata anggota DPRD Riau Komisi B Bidang Kehutanan, Jefri Noer kepada wartawan, Sabtu (05/12/2009).

Menurut Jefri yang sudah menilik keberadaan kayu tersebut, diketahui sesuai dokumen, kayu hanya 1.200 batang saja. Namun faktanya jumlah kayu lebih banyak dibandingkan yang tertera di dokumen. Ditemukan juga perbedaan ukuran diameter kayu dan panjang kayu sebenarnya dengan yang tertera di dokumen.

"Áda banyak kayu yang dituliskan dalam dokumen memiliki garis tengah 55 centimeter, tapi setelah dihitung ulang justru berlebih hingga 65 centimeter. Kita tidak hanya menyalahkan pihak perusahaan saja, namun Dishut harus bertanggung jawab mengapa tidak mengecek kelengkapan dokumen itu," tegas Jefri Noer, mantan Bupati Kampar ini.

Menanggapi tudingan adanya oknum Dishut menjadi beking, Kepala Dinas Kehutanan Riau, Zulkifli Yusuf berjanji akan menindak tegas keterlibatan oknum tersebut. "Saya janji siapa saja yang terlibat dalam masalah ini akan ditindak. Tidak hanya pada perusahaan saja, namun terhadap pegawai Dishut sendiri," kata Zulkifli.
(cha/asy)

Sri Mulyani: Aburizal Bakrie Tidak Senang pada Saya


Kamis, 10/12/2009 10:19 WIB
Sri Mulyani: Aburizal Bakrie Tidak Senang pada Saya
Rita Uli Hutapea - detikNews
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai pembentukan Pansus DPR atas pengucuran dana bailout US$700 juta untuk Bank Century.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya politikus-politikus rivalnya untuk menggulingkan dirinya dari jabatan. Penyebabnya adalah mereka tidak senang pada upaya-upaya Sri Mulyani untuk memperbaiki birokasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam wawancara seperti dilansir The Wall Street Journal, Kamis (10/12/2009).

Dikatakan Sri Mulyani, dirinya yakin Pansus Century DPR itu merupakan upaya untuk mendiskreditkan dirinya oleh para politikus yang menentang agenda reformasinya.

Sri Mulyani bahkan terang-terangan menyebut nama Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar dan mantan Menko Kesra.

"Aburizal Bakrie tidak senang pada saya," kata Sri Mulyani. "Saya kira tak seorang pun di Golkar yang akan fair atau baik pada saya," tuturnya.

Dikatakan Sri Mulyani seperti ditulis The Wall Street Journal, ketegangan antara dirinya dan Bakrie berawal tahun lalu ketika dirinya menolak menutup perdagangan saham saat harga saham BUMI Resources milik Bakrie mengalami kejatuhan. Menurut Sri Mulyani, Bakrie yang meminta penutupan tersebut.

Menurut The Wall Street Journal, Bakrie membantah ada masalah antara dirinya dan Sri Mulyani.

Mengenai bailout Bank Century, Sri Mulyani menegaskan hal tersebut legal. Sebab jika tidak dilakukan bisa menimbulkan kepanikan di kalangan penyimpan dana di bank-bank lainnya.

"Saya merasa apa yang saya lakukan adalah benar untuk negara," tandasnya. (ita/nrl)

Selasa, 27 Oktober 2009

Menteri Baru Ekonomi Lembur Godok Program 100 Hari


Jakarta - Jajaran menteri-menteri ekonomi pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, malam hari ini lembur merapatkan penajaman program-program 100 harinya untuk disampaikan kepada Presiden.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penajaman program 100 hari ini berada di bawah koordinasinya. "Ini penajaman program-program 100 hari di bawah Menko Perekonomian yang akan dilaporkan ke Presiden," ujarnya sebelum rapat tersebut di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (27/10/2009).

DI tempat yang sama, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan rapat ini merupakan finalisasi penajaman program 100 hari menteri-menteri ekonomi dan juga program 5 tahun masa pemerintahan yang baru.

"Jadi nanti program 100 hari adalah program yang akan diumumkan oleh Presiden dan Wapres yang merupakan program Kabinet Indonesia Bersatu II. Jadi nanti bukan sepotong-potong supaya nanti terlihat secara integratif," tuturnya.

Tifatul mengatakan, saat ini negara-negara asing menjadikan perekonomian Indonesia sebagai salah satu pusat perhatian karena pertumbuhan ekonomi yang masih positif di tengah krisis ekonomi global. Karena itu pemerintah akan semakin memperkuat sendi-sendi ekonomi.

Apalagi Presiden SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7% bahkan hingga 8%, sehingga harus ada penajaman rencanan dan program yang terintegrasi guna mencapai target tersebut.

"Semua Departemen membuat program 100 hari dan 5 tahun setelah mendaapat arahan dari Presiden dan berdasarkan kontrak kerja dan ramuan dari para menteri ini diperkaya di National Summit," tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan kurang lebih 15 menteri tersebut masih melakukan rapat.

Menteri-menteri yang datang dalam rapat itu antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Mohamad Suleman (MS) Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Pertanian Suswono, Menneg Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

Minggu, 18 Oktober 2009

Adu Kolektifitas


PEKANBARU (RP)-Dua tim promosi PSPS dan Persema Malang akan bentrok di Stadion Gajayana, Malang, Ahad (18/10) sore ini dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) atau Liga Super 2009/2010. Adu permainan kolektititas akan disajikan dalam laga yang akan disiarkan langsung Antv, pukul 15.30 WIB sore ini.

Ya, antara PSPS dengan Persema tak banyak perbedaan. Kedua tim lebih mengandalkan permainan kolektifitas tim, dibandingkan tim lain yang mengandalkan permainan individu pemainnya. Bahkan, kala promosi ke Liga Super, kedua tim tak banyak melakukan perombakan. Sekitar 75 persen pemain lama di pertahankan.

Hal ini diakui kapten Persema, Bima Sakti. Bahkan, mantan gelandang terbaik Timnas dan PSPS ini mewaspadai permainan kolektifitas PSPS. ‘’Walaupun kami dikalahkan Persija, menurut saya PSPS lebih kuat dari Persema. PSPS bermain kolektif, sementara Persija mengandalkan individu,’’ ujarnya saat dihubungi Riau Pos, kemarin.

Persema telah merasakan sulitnya mengalahkan PSPS ketika kedua tim tampil di Babak Delapan Besar Divisi Utama 2008/2009 di Stadion Gajayana beberapa waktu lalu. Bahkan, Persema yang main di hadapan pendukungnya hanya mampu bermain imbang 1-1. PSPS yang kala itu sempat tertinggal mampu menyamakan kedudukan lewat gol Dzumafo Epandi Herman.

Akankah hasil imbang akan terjadi lagi sore ini? ‘’Kami akan main maksimal. Kami butuh kemenangan untuk mengembalikan mental bertanding usai dikalahkan Persija,’’ ujar Bima Sakti. ‘’Kami berusaha mencuri poin, kalau ada kesempatan menang kenapa tidak diambil,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning ketika dihubungi Riau Pos, kemarin.

Namun, Gurning tetap mewaspadi kebangkitan Persema yang pasti memburu kemenangan. Walaupun menyadari Persema juga mengandalkan kolektifitas tim, Gurning juga menyorot sisi kiri Persema yang mengandalkan kecepatan Kasan Soleh dan Siswanto. ‘’Mereka (Persema, red) akan bermain dari sayap dan ini perlu diwaspadai,’’ tegas Gurning.

PSPS beruntung, menghadapi laga sore ini starting eleven tim ketika mampu menahan imbang Arema tanpa gol di laga sebelumnya bisa tampil semua. Dedi Gusmawan dan Fance Harianto sudah sembuh dari cederanya dan siap dimainkan. Jadi, penjaga gawang kemungkinan besar akan diisi Fance lagi.

‘’Saya siap main jika dipercaya pelatih. Saya akan tampil maksimal untuk tak kebobolan lagi seperti ketika main di Delapan Besar Divisi Utama lalu. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru,’’ ujar mantan kiper Timnas U-20 ini kepada Riau Pos, kemarin.

Sedangkan empat pemain belakang kembali akan diisi Agus Cima di kiri, Daniel Junaidi di kanan dan duet Banaken-Dedi Gusmawan di tengah. Sementara, empat pemain tengah akan diisi Putut Waringinjati, Ade Suhendra, Ade Candra Kirana dan April Hadi. Dzumafo Epandi Herman sebagai striker tunggal ditopang playmaker Tchana Emile Chiril dari lini kedua.

Sementara di Persema, pelatih Subangkit juga kemungkinan besar tak melakukan perubahan. Meski kalah lawan Persija, saat itu Bima Sakti dkk bermain tak kalah bagusnya. Di bawah mistar akan berdiri I Komang Putra. Empat di belakang akan diisi Munhar, Suroso, Seme Patrick dan Kasan Soleh.

Subangkit memainkan tiga gelandang Robbie Gaspar, Bima Sakti dan Sutaji. Sedangkan untuk memecah pertahanan PSPS, kemungkinan besar Persema yang mengejar kemenangan dan memainkan tiga striker yakni M Kamri, Zainal Ichwan dan Pepeto.

Lantas tim mana yang keluar sebagai pemenang? Atau akankah kedua tim promosi kembali bermain imbang seperti pertemuan saat di Delapan Besar DIvisi Utama lalu? Kita tunggu adu kolektifitas kedua tim disiaran langsung di Antv, pukul 15.30 WIB sore ini.


Kembali Jika Dibutuhkan

Bima Sakti punya banyak kenangan di PSPS. Saat Liga Indonesia VIII, Bima merupakan satu dari sederet pemain bintang yang direkrut PSPS sehingga PSPS cukup dikenali di blantika sepakbola Indonesia. Namun, tenaga Bima tak banyak dipakai PSPS karena mengalami cedera ketika membantu Petrokimia Putra berlaga di Piala Champions.

Bima pun menghabiskan waktunya di PSPS dengan duduk di bangku cadangan sambil menunggu patah kakinya sembuh. Ia hanya main beberapa kali di penghujung kompetisi. Namun, di PSPS Bima menemukan tambatan hatinya dan akhirnya ia menikahi gadis Riau asal Rengat, Inhu.
Setelah itu, Bima keluar dari PSPS dan membela Persiba Balikpapan. Kiprah Bima di Persiba juga tak begitu lama, pemain jebolan Timnas Primavera yang sempat berguru di Italia ini memilih bergabung ke Persema Malang. Bahkan, ia sudah empat musim bersama Persema. Lantas, adakah niat kembali membela PSPS?

‘’Kalau memang dibutuhkan saya siap kembali ke PSPS karena saya juga punya kenangan bersama PSPS. Bahkan, istri saya orang Riau,’’ ujarnya. ‘’Tapi tidak sekarang karena saya sudah terikat kontrak dengan Persema. Saya harus profesional,’’ tambah pemain yang sempat membawa PSM menjuarai Liga Indonesia ini.

Bima mengaku bangga dengan perkembangan PSPS saat ini. Dengan pemain yang merata PSPS mampu kembali ke kasta sepakbola Indonesia tertinggi. Tapi sebagai pemain profesional, Bima mengaku akan tetap berjuang maksimal untuk Persema ketika bertemu PSPS sore ini. ‘’Walaupun ada ikatan emosional dengan PSPS. Tapi, saya tetap profesional berjuang keras untuk tim yang saya bela saat ini,’’ tegasnya.(das)

hi Ayu... thanks for visiting my virtual page

enjoy your time....

Sabtu, 05 September 2009

Sabtu, 05/09/2009 20:49 WIB Isu Tsunami di Serang Angin Kencang Selama 5 Menit Landa Kampung Domas Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta - Ratusan warga di Kampung Domas, Kecamatan Pontang, Serang Timur, Jawa Barat berhamburan ke luar rumah karena adanya isu tsunami. Kepanikan warga berawal dari munculnya angin kencang.

"Ada angin kencang selama 5 menit, datangnya sebelum tarawih," ungkap salah seorang warga, Wasi saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/9/2009).

Angin tersebut, menurut Wasi, sangat kuat. 5 rumah penduduk kini telah rata dengan tanah. Bahkan sebuah perahu nelayan yang sedang bersandar di pinggir pantai bisa terlempar ke perumahan.

Akibatnya, ratusan warga pun berhamburan keluar rumah. Mereka lari mengungsi ke Ciruas atau ke Kota Serang. Warga trauma pascagempa yang melanda Jawa Barat dan Jakarta beberapa hari lalu.

"Warga lari keluar rumah," katanya.

(mok/ape) sumber: wwww.detik.com

Minggu, 07 Juni 2009

nike ardilla kusayang, nike ardilla ku hilang, nike ardilla kukenang...




Snap Shots Options [Make this Shot larger] [Close]
Options
Disable
Get Free Shots


Close
Snap Shares for charity
COMMUNITY, LIFESTYLE & ENTERTAINMENT
NEVER ENDING STORY, SMATRI CYBER MENEMBUS BATAS
« BERITA DUKA
LOST IN JOGJA »
RAHASIA NIKE ARDILA
By Ice Breaker

nike_ardillaTak banyak yang tahu bagaimana mendiang Nike Ardila merintis karier musiknya. Ternyata alumnus SMA Trimurti, khususnya eks 1-5, ikut andil dalam perjalanan karier penyanyi melankolis ini. Kok bisa?

nike-kecilJAUH sebelum dilambungkan Deddy Dores dengan lagu-lagu melankolis Seberkas Sinar, Bintang Kehidupan, Biarkan Cintamu Berlalu, Sandiwara Cinta, Nike kecil merintis karier dari panggung kecil ke panggung kecil yang lain. Niatya menekuni panggung tarik suara semakin serius setelah pada tahun 1985 menjadi Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI dan Juara Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung. Usia Nike waktu itu masih 10 tahun.

Gelar juara membuat Nike kian berambisi meretas karier. Bahkan mojang priangan ini berani tampil di Surabaya. Nah, waktu tampil di Taman Remaja Surabaya (TRS) itulah, ada bau-bau SMA Trimurti di sini. Maksudnya? Ya, dalam beberapakali show, Andisco dan Eko Kebo ikut mengawal penyanyi yang dulunya memakai nama Nike Ratnadila ini.

nike-ardila-kecilEks 1-5 ini mengawal Nike lantaran sepupu Nike yang bernama Iwan, adalah teman main Andisco. Dan kebetulan Iwan yang tinggal di Jl Kanginan juga sering clubbing bersama eks 1-5. Dan ternyata, pengalaman manggung di Taman Remaja ini sangat penting bagi perjalanan karier Nike.

Tepat tiga tahun kemudian, 1988, sebuah album dirilis. Tak lama Nike kian mengundang perhatian. Karier Nike tambah bersinar setelah berkolaborasi dengan Deddy Dores yang pas banget dengan karakteristik vokal dan wajah melankolis Nike Ardila.

Yah, siapa sangka ada andil eks Smatri dalam karier Nike Ardila…

Awal Karier (source: wikipedia)

nike1Nike Ardilla lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak kecil sudah mengawali karir dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores. Karir musiknya di dunia hiburan pun dimulai. Tahun 1987, oleh Ningsihrat ia diboyong ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di situ ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie, yang kemudian jadi manajernya. Dua Deni itu memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi. Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha. Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu dua juta kopi Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller. Album rekaman terakhir Nike Ardilla sebelum wafat yang bertajuk Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka tiga juta kopi dan lima juta copy seasean. Karir Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus seiring dengan dirilisnya album pertama. Nike bermain film Kasmaran bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1987 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80an dan awal 90an. Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron.


Kematian

nike3Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Genio berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan E. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.

Pengaruh

nike2Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir “In Dead She Soared” atau “Dalam Kematian Dia Bersinar”. Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.

Di Sulawesi Barat terdapat pula rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya di rumah makan ini diputarkan lagu-lagu Nike.

Prestasi

* Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI – 1985,
* Juara 1 Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung – 1985,
* Juara 3 Golongan Teruna Festival Penyanyi Indonesia,
* Populer Bandung 1986,
* Juara 1 Festival Musik 3 Warna se Jawa Barat – 1987,
* Pemenang BASF AWARD “Bintang Kehidupan” 1990,
* Pemenang BASF AWARD “Nyalakan Api” – 1991,
* Pemenang Asia Song Festival Shanghai China 1991,
* Pemenang BASF AWARD “Biarkan Aku Mengalah” – 1993,
* Pemenang Kaset Emas HDX “Biarkan Cintamu Berlalu” – 1994,
* Promotour Video Music Indonesia Yogyakarta 6 – 9 Oktober 1994,
* Video Klip Favorit VMI Bulanan Lagu Biarkan Cintamu Berlalu,
* Bintang Favorit Dunia Bintang tahun 1994-1995,
* Bintang Favotit Dunia Bintang versi wartawan tahun 1994-1995,
* Peraih Anugerah Emas Malaysia 1995 untuk album Duri Terlindung,
* Video Klip Favorit Tahunan (1994-1995) album Biarkan Cintamu Berlalu,
* Video Klip Terbaik Bulanan album Sandiwara Cinta April 1995,
* ANUGERAH HDX 1996 untuk album Suara Hatiku,
* Musik Mingguan Award 1996 kategori kaset terlaris untuk album Suara Hatiku,
* BASF Award 1996 untuk album Mama Aku Ingin Pulang kategori triple platinum,
* Penghargaan TVRI atas karya Nike Ardilla di belantika musik Indonesia,
* Video Klip Favorit VMI 1997 untuk lagu Panggung Sandiwara,
* Pemenang Kaset Emas HDX untuk Sandiwara Cinta – 1996.

Prestasi bidang model

* Sampul Majalah Sahabat Pena – 1986
* Juara 3 LA Clark Jeans Contest – 1989
* Juara Favorit GADIS Sampul 1990
* Sampul Majalah Populer 1990
* Sampul Majalah Djoko Lodang – 1991
* Sampul Majalah Mangle – 1991
* Sampul Majalah Kartini 1995
* Sampul Majalah URTV Malaysia – 1995

Diskografi

* Album Seberkas Sinar 1990
* Album Bintang Kehidupan – 1990
* Album Nyalakan Api – 1991
* Album Matahariku/Izinkanlah – 1991
* Album Biarkan Aku Mengalah 1993
* Album Duri Terlindung 1994
* Album Biarkan Cintamu Berlalu 1994
* Album Sandiwara Cinta – 1995
* Album Mama Aku Ingin Pulang – 1995
* Album Suara Hatiku – 1996

Singles released

* Star Of Life (bintang kehidupan english version) 1992
* Tinggalah kusendiri 1993
* Deru Debu (radio released)
* Cinta Kita 1995
* untuk Apa Lagi 1995
* Biarkanlah 1996
* Cinta Diantara Kita 1997
* Panggung Sandiwara 1997
* Ingin Kulupakan 1998
* Belengu Cinta 2000

Album kompilasi

* Bandung Rock Power 1988
* Gadis Foto Model 1989
* Album Ost Pocong – 1996
* BEST OF THE BEST VOL.1 -1999
* BEST OF THE BEST VOL.2 -2000
* BEST BEAT -2002

Singles soundtrack

* Ost Nuansa Gadis Suci 1992
* Ost Nakalnya Anak Muda 1992
* Ost Aksara Bisu 1992
* Ost Lupus 1992
* Ost Deru Debu 1994

Filmografi

* Kasmaran-1987
* Kabayan Saba Kota-1988
* Gadis Foto Model-1989
* Ricky Nakalnya Anak Muda-1990
* Lupus 4 – 1990
* Kabayan & Anak Jin-1991
* Cinta Anak Muda-1991
* Olga & Sepatu Roda-1992
* Kabayan Saba Metropolitan-1992
* Tiga Kamar Perawan-1992
* Kembali Lagi-1994
* Pocong-1996

Sinetron

* Perkawinan Pilihan – 1990
* Gara-Gara – 1990
* Pelangi Di Hatiku – 1991
* Bunga Kampus 1992
* Sukreni Gadis Bali 1993
* Trauma Marissa 1994
* Ceplas-Ceplos 1994
* Saputangan dari Bandung Selatan 1994
* None – 1994
* Warisan I & II 1995
* Jalur Putih – 1995
* Mentari Di Balik Awan – 1996
* Mutiara Cinta – 1996

Iklan

* Belia – 1993
* Sunsilk – 1993
* Vicee 500 – 1994

Penghargaan

* Penghargaan dari PT.POS INDONESIA dengan diterbitkannya kartu pos dan sampul surat peringatan setahun wafatnya Nike Ardilla pada pameran filateli remaja sedunia tahun 1996
* Diterbitkannya prangko Nike Ardilla oleh dua negara bagian Rusia yakni Abkasia dan Tauva tahun 1996 (prangko artis dunia diantaranya Michael Jackson, Madonna, Marilyn Monroe, Elvis Presley).

Trivia

* Tinggi badan Nike Ardilla adalah 1.68 meter dan berat 47 kilogram.
* Hobi Nike Ardilla adalah musik, berenang, dan badminton.
* Makanan kesukaannya adalah hamburger, mie bakso, jengkol goreng.
* Minuman kesukaannya adalah Coca-Cola, Yogurt.
* Nike mempunya beberapa nama kecil antara lain Nike, Neneng, Keke, dan Amoy.
* Mobil Honda Genio yang dipakai Nike saat kecelakaan berhasil dilelang seharga Rp 100 juta oleh seorang gadis bernama Lia Nathalia yang kini juga menjadi penyanyi.
* Pada acara 40 hari meninggalnya Nike Ardilla diadakan doa bersama di gedung Balai Sartika Bandung pada tanggal 26 April 1995. Acara yang merupakan bagian dari peringatan empat puluh hari meninggalnya Nike Ardilla dihadiri sekitar 200-an tamu undangan, termasuk puluhan artis ibu kota yang khusus datang dengan dua bus besar serta rekan-rekan dari PAPRI dan HAPMI Jawa Barat. Dalam peringatan ini hadir pula keluarga Nike.
* Pada 40 hari itu juga, makam Nike dikunjungi oleh lebih dari lima ribu penggemar.
* Bangunan makam Nike boleh dibilang amat megah. Tak berbeda dengan makam toko-tokoh nasional yang amat penting, makam Nike juga dilindungi bangunan cukup berundak-undak yang terbuat dari beton yang atapnya disangga empat pilar kokoh. Makamnya sendiri seluruhnya dilapis oleh kayu yang khusus di datangkan dari Kalimantan Timur. Makamnya juga di pagari tembok yang penuh tulisan kata-kata kenangan untuk Nike Ardilla, termasuk puisi dan doa-doa dari penggemar.
* Sepanjang karirnya, Nike telah menjual album yang kesemua albumnya mendapatkan multiplatinum, rata-rata terjual diatas satu atau dua juta kopi, kecuali album pertama yang ‘hanya’ terjual 500 ribu kopi. Bahkan setelah kematiannya terus bermunculan album-album berisi kumpulan lagu Nike Ardilla yang semuanya diperkirakan berjumlah 40 buah album.
* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis Indonesia yang kematiannya selalu diperingati oleh para fansnya. Diluar hal semacam ini terjadi pada Jhon Lennon, Marlyn Monroe, atau Bruce Lee.
* Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis dengan penjualan album terbanyak sepanjang masa di Indonesia, data terakhir sudah terjual lebih dari 25 juta kopi album Nike yang terjual, termasuk penjualan di Malaysia dan negara-negara lainnya.
* Nama panggung Nike Ardilla sebelumnya adalah Nike Astrina yang diambil dari nama seniornya, Nicky Astria, Ini karena corak musik keduanya sama dan Nicky Astria juga adalah besutan Deddy Dores
* Video klip sandiwara cinta versi kedua atau lebih dikenal oleh para fansnya sebagai “versi Monroe” adalah video klip terakhir Nike semasa hidup dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Menampilkan Nike yang sekilas terlihat seperti idolanya, Marylin Monroe. Syutingnya dimulai 10 hari sebelum Nike tewas. Video ini sebetulnya belum selesai digarap, namun karena Nike kemudian tewas, Rizal mengubahnya menjadi seperti sebuah video dokumenter Nike sepanjang karirnya. Setelah kematiannya, video klip lagu Nike Ardilla biasanya menampilkan model yang mempunyai mirip dengan dirinya.

Tag: karier, kecil, Nike Ardila, rahasia, Taman Remaja

Tulisan ini dikirim pada pada 18 Nopember 2008 11:13 pm dan di isikan dibawah AKTUAL, PROFIL, UMUM. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
23 Tanggapan ke “RAHASIA NIKE ARDILA”

1. danang Berkata:
24 Januari 2009 pukul 5:27 pm | Balas

klau saya tidak begitu tau tentang sosok nike ardila.karena waktu dia masih hidup saya masih kecil dan saya cuman tau nama dan lagunya sebagian saja itu pun ya hanya sekedar tau.tapi baru kemaren tgl 22-01-2009.pada waktu itu saya melihat acara di salah satu cenel yang menceritakan tentang perjalanan hidup nike dan saat itu pun saya tertarik untuk lebih tau tentang nike.saya sangat kagum dengan nike karena selain macan dia juga artis multi talenta yang banyak di tiru arits sekarang nike namanya hampir melejitya dengan warkop grup lawak yang paling saya suka akan kekocakanya.tapi di balik itu teryata nike nmanya masih di kenang oleh pengemarnya.
2. danang Berkata:
25 Januari 2009 pukul 1:04 pm | Balas

ooooooo…………..ya kemaren pada tgl 24 Januari 2009 pukul 5:27 pm saya lupa kasih tau kalau acara tv tersebut adalah trans tv dan jdul acarannya cerita pagi.mengisahkan tentang perjalanan hidup nike ardila.
3. beryl Berkata:
26 Januari 2009 pukul 12:04 pm | Balas

teh nike merupakan penyanyi rok yg g bs dgantikn oleh siapapun. karismanya bgt kuat. aq hafal smua lagu teh nike. teh nike penyanyi lady roker termuda di era nya dan dia sangat cantik. klo g salah dia jg jd trend center anak” muda pd wkt itu. rambut bob tanpa poni,pakai rok dng sepatu warrior nya.
4. Cakrawala Anugrah J. Berkata:
20 Februari 2009 pukul 2:20 pm | Balas

buat saya nike adalah sosok yang sederhana dan tidak terlalu neko-neko untuk melakukan sesuatu hal. Juga tidak silau oleh gemerlapnya dunia hiburan. Dan kepribadiannya itu yang selalu dikenang orang selamanya termasuk fansnya. sampai saat ini pun tidak ada artis yang mengikuti jejaknya,
5. n prasetyo Berkata:
24 Februari 2009 pukul 2:31 pm | Balas

bagi saya hanya nike ardilla yg popularitasnya tak tersaingi
bravo nike ardilla fans club d indonesia
6. yusufmuhammad Berkata:
27 Februari 2009 pukul 11:29 pm | Balas

Saya masih kecil waktu nonton film OLGA DAN SEPATU RODA acting Nike Ardilla dan Desy Ratnasari dan cerita persahabatan mereka di film itu membekas sampe sekarang.
7. alena Berkata:
18 Maret 2009 pukul 2:18 pm | Balas

NIKE, artis rendah hati, tapi selalu ditinggikan oleh org
Legenda & kebanggaan INDONESIA dan jg insan musik kita
LUV U SO MUCH
dia membuktikan diri bkn dgn cara murahan, tp dgn prestasi
karena itu dia layak jadi idola semua org
bahkan disaat udah g ada pun dia tetap meramaikan dunia musik kita
8. agoenk tama Berkata:
26 Maret 2009 pukul 1:58 am | Balas

i want to see her someday in the end of the day…

i love her song so much…

i love her so much…

i wish, she always be happy in heaven…. amien…

god.. take care of her for us…
9. Rahmat Berkata:
1 April 2009 pukul 12:52 am | Balas

Saya baru kenal Nike Ardilla hari ini, tapi saya langsung suka padanya.
10. slamet wahidun Berkata:
13 April 2009 pukul 7:56 pm | Balas

aku akan slalu mendoakanmu .karna kau lah pedoman tuk hidup lbih baik.
kau lah inspirasiku.
11. slamet wahidun Berkata:
13 April 2009 pukul 7:57 pm | Balas

tuhan yang mengatur semua ni.bagiku kau kan slalu hidup di hati sampai nanti.sampai kapanpun
12. swahid ardilla Berkata:
14 April 2009 pukul 12:18 pm | Balas

aku tidak tau tentang hati yang berasa.yang aku tau aku tidak bisa melupakannya dan aku juga ga mau mlupakannya.
slama aku bisa akan ku buktikan kau dalah 1 smangat tuk hidup lebih baik.aku tidak bisa pandang dia tapi hatiku terbayang dia di setiap doa.dia pasti bahagia di sana.itu pasti
13. keke Berkata:
16 April 2009 pukul 12:29 pm | Balas

kau rang yang sangat hebat orang yang terbaik yang pernah aku knal
14. amoy Berkata:
17 April 2009 pukul 12:37 pm | Balas

aku hanya mnuruti kata hati.hatiku bilang kau dalah wanita yang paling hebat yang pernah da.bukanya aku ga mau melupakanmu.aku hanya tidak bisa melupakanmu
aku juga ga mau melupakanmu
15. keke wahidun Berkata:
30 April 2009 pukul 9:00 pm | Balas

namamu bkan hanya untuk saat kau masih hidup tapi sampai kpanpun
kan slalu hidup di hatiku karna kau inspirasiku
16. naia verdina Berkata:
1 Mei 2009 pukul 9:39 pm | Balas

aq jg fans.a teh nike lo…usia q sama dgn usia wafat.a teh nike, pertama q jg kget klau teh nike wafat.a teh nike dgn hari,jam,nd tempat yg sama yaitu di bandung
17. nanadi pardiana Berkata:
11 Mei 2009 pukul 10:25 pm | Balas

w ngefans banget ma nike ardila.lagu2nya tak pernah mati,takan pernah ada yang bisa yang menggantikan suara emasnya dia I LOVE NIKE ARDILA>>>>>>>>
18. nanadi pardiana Berkata:
11 Mei 2009 pukul 10:28 pm | Balas

oh iya gmana sih caranya buat anggota fansclub nike ardila..n bisa punya kartu anggotanya…
19. jhon Berkata:
18 Mei 2009 pukul 9:29 pm | Balas

aku mencintaimu.sangat
20. EVrEiL Berkata:
20 Mei 2009 pukul 10:58 am | Balas

hhhhhhhhmmmmmmmmmmmm………..setelah terang….maut menjemput………. moga2 aja kakak nike diterima disisi Tuhan YME…amin..111
we LOve KAK nike ARDILLA………..
DARI.. anak-anak REMAJAx kEP Selayar..sULEWESI SELATAN………fANS KAK NIKEARDILLA…..!!!!!!!!!!!!!!!

KAK niKE 4-Ever!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
21. R. Oktafiani Berkata:
26 Mei 2009 pukul 2:03 pm | Balas

.. buat ku kaulah bersinar bagaikan intan,
styap senyum, setiap tawa yang kau pancarkan
bagaikan sang surya yang selalu beersiinar ..

oh …. andaii akku dapat mendekaap harum tubuh mu !!!
22. R. Oktafiani Berkata:
26 Mei 2009 pukul 2:06 pm | Balas

.. akku suka banget sama nikke ,,
tapii Tuhan sudah berkehendak laiin ..

andaii akku berkesempatan betemu dengan mba nikke, akku akan
sangat bahagiia..
bagiiku mba adalah intan indonesia yang sesungguhnya …

dhiian marliina
*popeye caiiank oliive*
23. dhiian marliina Berkata:
26 Mei 2009 pukul 2:11 pm | Balas

ggue ngefans abiis am2 nikke ardilla ..
walau ggue gag pernah sempet liat karya’y, karna usia ggue dulu kematiian’y ggue masiih 3th ..

tapii wat ggue NIKE ARDILA adalah sosok yang sangat perfeck,
ggue sendirii aja sangat mangagumi dy ..

ggue selalu memutar lagu’y dan menyakan’y ..
andaii ggue bisa melihat senyuman’y yang begitu maniis …

dhiian akan selalu mengenang mba NIKE dalam hati ..

Tinggalkan Balasan
Klik di sini untuk membatalkan balasan.

Nama (wajib)

Surat (tidak akan dipublikasikan) (wajib)

Situs web

Notify me of follow-up comments via email.

Blog pada WordPress.com.
Masukan (RSS) dan Komentar (RSS).

Minggu, 31 Mei 2009

You Were Mine

DIXIE CHICKS
Dedicated For Remembering
F S E IN THE PAST TIME

"You Were Mine"

I Can't Find A Reason To Let Go
Even Though You've Found A New Love
And She's What Your Dreams Are Made Of
I Can Find A Reason To Hang On
What Went Wrong Can Be Forgiven
Without You, It Ain't Worth Livin' Alone

[Chorus #1:]
Sometimes I Wake Up Crying At Night
And Sometimes I Scream Out Your Name
What Right Does She Have To Take You Away
When For So Long, You Were Mine

I Took Out All The Pictures Of Our Wedding Day
It Was A Time Of Love And Laughter
Happy Ever After
But Even Those Old Pictures Have Begun To Fade
Please Tell Me She's Not Real
And That You're Really Coming Home To Stay

[Chorus #2:]
Sometimes I Wake Up Crying At Night
And Sometimes I Scream Out Your Name
What Right Does She Have To Take Your Heart Away
When For So Long, You Were Mine

I Can Give You Two Good Reasons
To Show You Love's Not Blind
He's Two And She's Four, And You Know They Adore You
So How Can I Tell Them You've Changed Your Mind

[Chorus #2]

I Remember When You Were Mine

Jumat, 29 Mei 2009

COMPUTER TECHNOLOGIES AND TEACHING AND LEARNING: WHAT DO THE STUDENTS AND TEACHERS SAY?

Carl L. Reynolds, Professor
University of Wyoming
Introduction
Since 1986, public school personnel throughout the state have been encouraged to
integrate computer technology in the classroom. The State Department of Education
mandated a computer aided instruction in-service course as part of teacher recertification
requirements. For example, The Wyoming State Technology Plan (September, 1997) has
within its long-range objectives the need to establish and evaluate integrated technology
practices within the public schools. School districts have requested numerous university
sponsored extension courses involving new instructional technologies. Almost every
district-sponsored staff development plan included some form of teacher in-service for
integrating computer technology in the classroom. During this same timeframe, the
College of Education implemented computer technology course requirements as part of
the undergraduate teacher education program. It is unclear as to what degree schools in
Wyoming have integrated computer technologies into their classrooms. Also, it is not
known as to whether the College of Education is providing the appropriate support to
facilitate the integration of computer technologies in public schools. Other states have
begun similar investigations to determine the status of this technology integration such as
the effort just begun in Missouri (University of Missouri, 1998).
179
Theoretical/Literature Base
Computer technologies have been hailed as the most likely innovation to effect
change in the public schools (Connick & Russo, 1995). The ability to access information
from world-wide sources (Leu, etal, 1997), create simulations with three dimensional
effects, manipulate graphic animations and sound, without the need for programming
skills on low-cost desktop and laptop computers has unleashed a power to learners that
require teachers to relinquish the role of provider of all information. Someone was once
quoted as saying “Overhead projectors were used in bowling alleys for 35 years before
they were commonly used in the classroom”. It is hoped that computer technology
integration is occurring at a better rate than what happened for the overhead projector.
It has been suggested that the role of the teacher in the classroom must change as
computer technologies are integrated in the classroom (Bielefeldt, 1997, Plater, 1995,
Rowe, 1993). Emphasis has been placed on the teacher as accepting a facilitative role in
guiding students through information access and processing, problem-solving, and
creative learning projects on the computer in a student-centered classroom rather than the
traditional image as the presenter in front of the class. It has also been suggested that
teacher-student interaction can be more electronic, such as email, during times other than
the official school day similar to the techniques employed in distance education (Lehman,
1995).
Teachers who have effectively integrated these technologies in their classrooms
have reported higher levels of motivation, interest in learning, increased problem-solving
skills, and improved achievement by the students (Mingus & Grassl, 1997, Rowe, 1993,
Sawyer, 1994). Based upon efforts with in-service activities with teachers in Wyoming,
180
primarily at the elementary school level, it was a natural question to ask if the same
motivation level and interest was occurring at the secondary level as well, or whether the
integration of computer technologies had occurred successfully in the 9-12 classrooms.
Objectives of the Study
The intent of the study was to determine the answers to the following questions:
1. What types and levels of computer technologies are being used by students
and teachers?
2. What effect, if any, have computer technologies had on teaching and learning
practices in schools?
3. What practices have been successful in promoting successful adoption of
computer technologies in schools?
4. Have computer technologies changed the way teachers teach and students
learn?
Procedures
Because there were limited reports of research efforts focused on the questions
listed above, a naturalistic inquiry approach was selected to conduct the study. This
approach was selected in order to facilitate on-site observations while schools were in
session and to enable unpredicted answers to be followed by additional inquiry during the
interviews (Lincoln & Guba, 1985). Selected high schools in Wyoming were contacted
requesting permission by the researcher to visit during the Fall, 1998. During the visit,
permission was obtained to visit students in classes, study halls, and computer labs to
determine their perceptions as to use of computers in their school. The groups were
selected on the basis of obtaining a representative sample of ninth through twelfth grade
181
students and no attempt was made to select or identify individuals on the basis of
academic versus vocational discipline areas. In conducting the interviews, the teacher
was excused for 20-30 minutes to take a break while the discussions with the students
took place. The students enjoyed the fact that a professor from the university was willing
to listen to their opinions. In all cases, the students began talking freely. Teachers were
interviewed as individuals or small groups of 2-3 persons, using the same set of questions
as those for the student interviews. Technology directors and school principals were
interviewed separately, again with the same question list as a guide. Teachers, technology
directors, and principals were asked to respond based on their particular roles in the
school. The data collected from subjects included field notes taken by the researcher
during the interviews.
Prior to conducting the interviews, a school was selected to pilot test to develop
and refine the interview questions. Through this pilot test procedure, the following openended
questions were developed for structuring the interviews with both students and
teachers:
1. What computer applications do you use at school?
2. Do computer technologies help you learn? If so, how?
3. In what ways do your teachers use computers either for homework
assignments or in teaching?
4. What has your school done to help make use of computers possible? Do they
need to do more?
5. Do you learn differently because of computers? Do teachers need to change
the way they teach because of computers?
182
To avoid researcher bias and to insure valid interpretations from the data, three
techniques were used. First, for each interview, permission was requested and obtained
from subjects to tape record the event. In all cases, permission was granted. Second,
notes were taken by the researcher and compared with the recordings. Third, a colleague
volunteered to randomly select two schools and compare the researcher's notes with the
tape recordings. The results from these techniques were used to edit and make any
corrections needed in the results narrative.
From the five schools selected for the study, a total of 179 students were
interviewed. Twenty-six teachers, and the technology coordinators and building
principals from each school were interviewed as well.
Results
The intent of the first interview question was to determine the level of technology
used in schools. It was overwhelming to note the consistency in responses by both
students and teachers in using word processing the most, followed by information
searching. The use of multimedia was extremely limited unless the student was in a class
designed for learning those techniques. Drawing/drafting was mentioned by a few
students enrolled in those technology-specific classes. One art teacher, however,
described at great length how her students use web pages to analyze the different types of
art, shapes, use of color, and texture in daily classes on the subject. Another teacher,
responsible for yearbook production, listed almost every application available on the
server in the school as technology she taught her students to use in the production of the
annual.
183
In response to the second question, students immediately focused on the power of
information access from the Internet. They also liked the way computer technologies
allowed them to work at their own pace. Several students expressed higher interest levels
because computers allowed them to be more creative and “ make learning more like
exploring.” They preferred that teachers allow them to find information using computers
rather than lecture. However, in response to a follow-up question, most all students
quickly expressed the need for the teacher to be present to assist them in dealing with
frustrations, and providing guidance to help insure success in accomplishing the task at
hand.
Most students think that teachers use only word processing and gradebook
software. Almost none reported such uses as presentation technology, field data
collection, simulations, or illustration purposes. Most teachers interviewed supported the
students’ perceptions. A few teachers, however, described heavy uses of the Internet to
update their instructional material. Three math and science teachers described how they
used programmable hand-held calculators to collect and graph field data from research
conducted during out-of-classroom laboratory sessions. It was interesting but not
explained why students didn’t mention these applications.
In response to question four, most students were fairly positive toward the
school’s efforts. They did have some good solutions to suggest in solving what seemed
to be the common problem, computer access. They complained that computer labs were
always tied up by scheduled classes and there was no place else to go. Several students
suggested that labs be open more often at night for student use. Several students
expressed frustration with the school’s reluctance to trust them with Internet and email.
184
In one school, for example, the policy is to issue email addresses and privileges to all
students who achieve a 3.0 grade point average or better. Those students who had not
earned the privilege understood the reason but still expressed dissatisfaction in being in
the ‘have-nots’ group. In regard to being able to do homework on computers, one student
offered an innovative solution; have laptop computers to check out from the library just
like books. One student suggested that the school rent computers just like the video
stores rent out VCRs and movies. These ideas surfaced in two different schools visited.
Most teachers were happy with the efforts made for hardware acquisition but
expressed the need for more applicable software for their respective subject areas. They
spent most of the time responding to this question by expressing serious frustration with
the lack of quality of in-service and technical support. In-service appears to follow the
typical model, “too much tell about it with not enough hands-on training”. In one school
however, where the approach has been to train the teacher to teach peers in the building,
most teachers stated positive thoughts about the technical support and in-service
provided.
Question five elicited most interesting ideas from the students. Most students first
began with the fun that computers provided, that learning at their own pace was most
ideal, and that computers allowed for more exploring. They also liked the fact that work
was easily redone when mistakes were found. One student talked at great length about
how computers allowed her to explore instead of just perform only routine tasks.
Students thought teachers should relax more about computer technology and admit when
they didn’t know how to use some applications. One student said, “I would like to teach
them (teachers) how to capture ‘cool stuff’ from the Internet”. Students thought that
185
teachers overused computers in some classes (i.e. English) but not enough in others.
Several students spoke out strongly about some traditional roles that teachers should still
do such as present information that is hard to find and help students more with difficult
assignments and problems. Only one student expressed this thought, “Teachers should
disappear and let me learn all I need to know on the computer.”
Most teachers responded positively to changes that computer technologies may
bring about. Most expressed gratitude for the ability to assign their students to search for
information on the Internet and know that something would be found. Some teachers
expressed desire to integrate computer technologies more if someone would show them
what is available, appropriate, and how to use it. One math teacher expressed how the
technology allowed him to focus on the exciting real-life problems rather than the
laborious arithmetic functions that took all his time before. In his case, the technology
used was in the form of hand-held programmable calculators. An art teacher said the
only thing holding her back was not having more computers in her room. Two young
teachers said they would hesitate a long time to consider leaving to another school
because of the strong technology support where they were. A few teachers did express
concerns about traditional learning skills such as spelling and handwriting that they
thought may be weakened by the use of computers, however the debate that ensued
indicated there was not general agreement on this issue. One teacher asked, “When do
we say we have changed enough?”
Conclusions/Implications
It was most interesting to hear how many students in the various schools
expressed the keen interest that computers and connectivity through Internet and email
186
provides. One student explained, “Using the Internet is like exploring; that’s why it’s so
much fun.” It was amazing to hear how many students saw computer technologies as a
way to learn on their own. They expressed a concern that many teachers maintain the
image that students cannot use any technology teachers don’t understand how to use
themselves. One student said, “they should let us teach them (teachers) how to use the
computers.” It was obvious from students’ comments that teachers must be more
student-centered in their approach and use computer technology to put fun, creativity, and
independent responsibility as well as academic challenge back into learning. Another
message to teachers was rather clear as well, the primary thought being, to lose their fears
about not knowing everything and to give students the opportunity to show what they
know. However, teachers should feel a great deal of pride in knowing that students value
their primary function as facilitator and mentor rather than attempting to be the source of
all knowledge.
The primary theme heard from teachers was that technology was occurring too
fast for them to keep up. Over and over again, they expressed concern with inadequate
in-service both in terms of quantity and quality. One teacher said, "We need more 'oneon-
one' workshops and less of the 'show-and-tell' sessions." A few teachers lamented that
they were not adequately informed of the applications available to them. It was
encouraging though, to hear how many of the teachers assigned research projects to
students to find information on the Internet. Each teacher interviewed was satisfied with
their personal access to a computer supplied by the school. After the interviews were
officially over, some of the teachers asked what the students were saying about their
roles. Teachers were relieved to hear that students expressed the need for teachers to be
187
present to guide, and facilitate learning, and that their role was important in the learning
process even with heavy use of computer technology.
Technology coordinators were as unique as the number of schools visited. One
unique practice employed by one coordinator was to conduct most of the inservice
through individual and small groups of teachers. The school district hired substitute
teachers to release their staff for these in-service activities. One common issue raised by
all coordinators was that the workload required to keep the local network functioning
often prevented them from conducting as much in-service as they would prefer. Most of
the coordinators described their roles as troubleshooters when the problems arose rather
than as directors of in-service activities. Only one coordinator, a former teacher, spoke
about including teaching strategies as part of the in-service training. Most of the time,
the impression was left that the primary focus of the coordinators was on the technology.
By determining the degree to which the integration of computer technology has
occurred in schools, we now better understand how to prepare teachers to teach in a way
that takes advantage of this technology. Students and school personnel are benefiting
from this project in several ways. By reflecting on the computer technology in their lives
at school and in the future, they are discussing how they can be more effective in its
integration. Teachers were also relieved to hear that students overwhelmingly still
expressed the need for teachers’ presence and interaction to effectively learn from
computers. Teachers were curious to hear how most students described the desirable
teacher-student interaction as facilitative rather than directed instruction. A better
understanding of how computer technology should be integrated into pre-service and inservice
teacher education will also benefit faculty at the university as well.
188
References
Bielefeldt, Talbot (1997). Systemic planning for technology. Oregon School
Study Council Bulletin, 40, (2), Eugene.
Connick, George & Russo, Jane (1995). Technology and the inevitability of
educational transformation. In E. Boschmann, (Ed.), The electronic classroom: A
handbook for education in the electronic environment. Medford, NJ, Learned
Information, Inc (pp. 14-20).
Lehman, James (1995). Computer networking in distance education. In E.
Boschmann, (Ed.), The electronic classroom: A handbook for education in the electronic
environment. Medford, NJ, Learned Information, Inc (pp. 147-155).
Leu, Donald, Leu, Deborah-Diadiun, & Len, Katherine (1997). Teaching with the
Internet: Lessons from the classroom. Noorwood, MA: Christopher-Gordon Publishers,
Inc.
Lincoln, Yvonna & Guba, Egon (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills, Ca:
Sage Publications, Inc.
Mingus, Tabitha, & Grassl, Richard (1997). Using technology to enhance
problem-solving and critical thinking skills. Mathematics and Computer Education, vol.
31, number 3, 293-300.
Rowe, Helga, etal (1993). Learning with personal computers: Issues,
observations, and perspectives. Australia, Victoria, Australian Council for Educational
Research, Ltd.
189
Plater, William, (1995). In search of the electronic classroom. In E. Boschmann,
(Ed.), The electronic classroom: A handbook for education in the electronic environment.
Medford, NJ, Learned Information, Inc (pp. 3-13).
University of Missouri (1998). 1998 Missouri school district census of
technology. Office of Social and Economic Data Analysis.
http://www.Oseda.missouri.edu/index.html (1998, December 7).
190
A CRITIQUE OF
A NATURALSTIC INQUIRY OF COMPUTER TECHNOLOGIES ON TEACHING
AND LEARNING AS PERCEIVED BY STUDENTS AND SCHOOL PERSONNEL
IN SELECTED PUBLIC SECONDARY SCHOOLS IN WYOMING
Re-titled Prior to Publication
COMPUTER TECHNOLOGIES AND TEACHING AND LEARNING: WHAT DO
THE STUDENTS AND TEACHERS SAY?
Michael K. Swan
Washington State University
Contributions and Significance of Research
Approaching a naturalistic study is just great. It is effective and tells us much
more than the survey method of collections of data. The author is commended on his
approach and interest. The results of this study add to the body of knowledge surrounding
computer technologies and student learning. The study will answer questions in
Wyoming about the practices of using technologies.
This study will provide a basis for including other technologies into the classroom
and in the area of in-service programs that need to be planned and delivered. Pre-service
programs will still need to develop a need and justification for the use of computer
technologies in the undergraduate program.
Procedural Considerations
The study was well designed and conducted. It was evident from examining the
related literature that a good and defensible base had been developed. Many hours of
effort in data collection are evident in this study. The methods used are on target and
were well planned.
Questions for Consideration
Students offering to teach teachers on the proper utilization of technologies is
very frightening to some professional teachers, how do we get them beyond this fear and
into the mold of being a facilitator of knowledge? How should we as teacher educators
be integrating the use of technology into pre-service preparation programs? Can and
should we divide technologies into groups for better training programs? What is the
impact of this study and where does it lead the profession?